
Sebuah panel kaca berukuran super besar (36 x 8,3 meter) terpampang di hadapan, memperlihatkan sejumlah pari manta yang melayang tenang. Tubuhnya yang lebar bergerak anggun mengikuti arus, sementara siripnya mengepak perlahan seolah sedang terbang di bawah laut.
Pemandangan indah ini tersaji di Singapore Oceanarium, Resort Worlds Sentosa. Ratusan biota laut lain, termasuk ikan kerapu berukuran jumbo, juga tampak berenang leluasa di balik panel kaca raksasa tersebut. Memandang kehidupan bawah laut di akuarium yang diklaim sebagai salah satu yang terbesar di Asia Tenggara ini menghadirkan rasa takjub sekaligus menenangkan.
“Singapore Oceanarium menghadirkan tempat wisata yang diharapkan dapat menumbuhkan apresiasi yang lebih dalam terhadap hewan laut dan mendorong generasi penerus penjaga laut untuk peduli terhadap dunia di bawah ombak,” tulis pihak Singapore Oceanarium dalam keterangan persnya, Jumat (18/9).
Setelah puas menyaksikan keindahan di akuarium jumbo, pengunjung akan diarahkan ke ruangan dengan panel kaca silinder setinggi sekitar 6 meter. Di balik kaca tersebut, gugusan terumbu karang menjulang dengan ratusan ikan warna-warni yang berenang di antara celah-celahnya. Tersedia pula area duduk dengan sofa empuk, memungkinkan pengunjung bersantai sejenak menyaksikan dunia bawah laut dari jarak dekat.
Bersua Predator Laut
Melangkah lebih dalam, pengunjung akan disambut oleh akuarium yang berisi puluhan predator puncak laut. Setidaknya terdapat 12 spesies hiu yang berenang bebas mengitari bebatuan dan terumbu karang. Beberapa hiu bahkan melintas sangat dekat dengan panel kaca.
Atraksi semakin menarik saat petugas penyelam dengan perlengkapan lengkap masuk ke dalam akuarium. Mereka bergerak tenang di antara kawanan hiu. Momen menegangkan terjadi ketika para petugas menghentikan gerakan saat seekor hiu melintas tepat di depan mereka, membuat pengunjung ikut menahan napas.
Tak jauh dari sana, sebuah kubah kaca bening berbentuk terowongan menyambut pengunjung. Di dalam terowongan akuarium raksasa ini, batas antara dunia manusia dan predator laut seolah lebur dalam pendaran cahaya biru toska yang magis. Pengunjung dapat menyaksikan siluet ramping hiu yang meluncur tepat di atas kepala mereka, memberikan sensasi berjalan di dasar samudra tanpa harus basah kuyup.
Menyambut peringatan Halloween, Singapore Oceanarium menghadirkan “Into the Glowcean”. Program ini menampilkan ragam instalasi imersif karya seniman neon kaca asal Singapura, Megan Foo. Megan mengolah lampu neon menjadi berbagai bentuk biota laut yang berpendar indah di dalam ruang akuarium yang minim cahaya.
Karya seni ini bukan sekadar estetika, melainkan interpretasi bagaimana hewan laut memanfaatkan cahaya untuk berkomunikasi, berkamuflase, hingga memberikan peringatan di bawah air. “Pengalaman ini mengubah oceanarium menjadi dunia bawah laut yang berpendar, di mana pengunjung diajak menjelajahi kehidupan laut melalui cahaya, warna, dan seni,” terang pihak pengelola.
Selain instalasi seni, pengunjung dapat menyaksikan sesi pemberian makan ikan khusus oleh penyelam berkostum Halloween di habitat Open Ocean. Tersedia juga kehadiran maskot bertema Halloween serta lokakarya kreatif bersama wirausaha sosial Wild Space untuk merancang gantungan kunci hewan laut sebagai buah tangan.
