
WARREN Buffett resmi melepaskan jabatannya sebagai Pimpinan (Chairman) Berkshire Hathaway, posisi yang telah diembannya sejak 1970. Keputusan ini diambil menyusul langkahnya yang telah mengakhiri masa jabatan sebagai CEO pada akhir tahun lalu.
Di usianya yang kini menginjak 96 tahun, sosok yang dijuluki “Oracle of Omaha” tersebut akan tetap berada di dalam jajaran direksi dengan mengemban peran baru sebagai Chairman Emeritus. Posisi Pimpinan Berkshire Hathaway selanjutnya diteruskan oleh sang putra, Howard Buffett, yang telah menjadi anggota direksi perusahaan sejak 1993.
Melalui surat terbuka kepada para pemegang saham pada Jumat waktu setempat, Buffett mengungkapkan alasan di balik keputusannya untuk mundur. Ia menyebut kinerja CEO baru, Greg Abel, telah melampaui ekspektasinya. Di sisi lain, ia juga menyadari keterbatasan fisiknya seiring bertambahnya usia, seraya berseloroh bahwa cicitnya yang baru berusia satu tahun kini “bergerak sedikit lebih cepat dibanding dirinya.”
“Waktu selalu menjadi pemenangnya,” tulis Buffett. “Namun, waktu telah berbaik hati kepada saya. Memberikan saya kesempatan untuk melihat Berkshire mencapai titik di mana saya merasa lebih yakin dari sebelumnya tentang apa yang ada di masa depan.”
Penerus Buffett, Greg Abel, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya atas dedikasi sang legenda bisnis. “Dampak Warren terhadap Berkshire dan para pemiliknya tidak ada tandingannya dalam sejarah bisnis Amerika,” ujar Abel dalam sebuah pernyataan resmi.
Pergerakan saham Berkshire (BRK.A) dilaporkan relatif stabil dan tidak mengalami perubahan signifikan merespons pengumuman pengunduran diri tersebut.
Jejak Karier dan Warisan Bisnis
Karier Buffett di dunia investasi dimulai pada 1951 sebagai tenaga penjual di perusahaan investasi milik ayahnya, Buffett, Falk, & Co. Setelah sempat bekerja sebagai analis efek di New York, ia mendirikan perusahaan investasinya sendiri di Omaha pada 1956.
Pada 1962, Buffett mulai membeli saham Berkshire Hathaway yang saat itu merupakan produsen tekstil yang sedang mengalami kesulitan keuangan. Ia mengambil alih kendali penuh perusahaan pada 1965, sebelum akhirnya membubarkan perusahaan investasinya dan menjadikan Berkshire sebagai kendaraan investasi utamanya.
Di bawah kepemimpinannya, Berkshire bertransformasi menjadi konglomerat raksasa multisektor. Portofolionya mencakup perusahaan asuransi GEICO, jaringan kereta api logistik Burlington Northern Santa Fe, produsen pakaian Fruit of the Loom, hingga rantai restoran es krim Dairy Queen. Selama masa kepemimpinannya, nilai pasar Berkshire tumbuh dengan rata-rata tahunan mencapai 19%, jauh melampaui pertumbuhan pasar secara umum.
Metode value investing membawa Buffett menjadi salah satu orang terkaya di dunia dengan total kekayaan mencapai US$145 miliar (sekitar Rp 2.300 triliun) berdasarkan Bloomberg Billionaire Index. Kendati bergelimang harta, ia dikenal mempertahankan gaya hidup sederhana dan tetap tinggal di rumah yang dibelinya di Omaha sejak 1958 seharga US$31.500.
Dikenal Filantropis dan Advokat Pajak
Selain keberhasilannya di dunia bisnis, Buffett dikenal atas aksi kemanusiaannya. Pada 2010, ia memprakarsai gerakan “The Giving Pledge” bersama Bill Gates dan Melinda French Gates untuk mengimbau para miliarder menyumbangkan setidaknya separuh kekayaan mereka.
Dalam surat kepada pemegang saham pada 2025, Buffett menegaskan bahwa lebih dari 99% kekayaannya saat meninggal dunia akan disalurkan ke berbagai lembaga amal. Nilai donasi yang telah disalurkan hingga saat itu telah mencapai US$60 miliar. Namun, awal tahun ini ia mengumumkan telah menghentikan donasi saham ke Gates Foundation seiring berakhirnya hubungan pertemanannya dengan Bill Gates.
Di bidang kebijakan publik, Buffett dikenal vokal menyuarakan kenaikan pajak bagi kelompok kaya melalui wacana Buffett Rule, yang mengusulkan tarif pajak efektif minimal 30% bagi individu berpenghasilan di atas US$1 juta per tahun.
Dari sisi kesehatan, Buffett sempat didiagnosis mengidap kanker prostat stadium awal pada April 2012. Setelah menyelesaikan perawatan radiasi pada September di tahun yang sama, ia tetap aktif memimpin Berkshire Hathaway hingga 13 tahun berikutnya. (CNN/Z-2)
