Pengusaha Muda Didorong Perkuat UMKM dan Perluas Akses Ekonomi Masyarakat
Ilustrasi(Dok Istimewa)

PENGUATAN kolaborasi antara pemerintah daerah dan dunia usaha menjadi salah satu kunci mendorong pertumbuhan ekonomi daerah dan mempercepat peningkatan kapasitas usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Sinergi itu juga penting untuk menciptakan ekosistem usaha yang mampu melahirkan lebih banyak pengusaha muda dan membuka akses ekonomi bagi masyarakat.

Komitmen itu mengemuka dalam Pelantikan dan Pengukuhan Pengurus BPC Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kota Depok periode 2026-2029, Sabtu (19/9/2026). Dalam momentum itu, Ardian Fajar Prastyawan dikukuhkan sebagai Ketua Umum BPC Hipmi Kota Depok.

Ardian mengatakan Hipmi Kota Depok akan memperkuat peran sebagai mitra strategis pemerintah daerah dalam membangun perekonomian. Menurut dia, pemerintah berperan dalam menyusun strategi, regulasi, dan menyediakan ekosistem usaha, sedangkan pelaku usaha berperan menangkap peluang, berinovasi, dan menjalankan aktivitas ekonomi.

“Sinergi pemerintah dan pengusaha diperlukan untuk membangun perekonomian Kota Depok. Kunci kolaborasi ini adalah saling percaya dan memahami perannya masing-masing,” kata Ardian di Kota Depok, Sabtu (19/9/2026).

Dia menilai kolaborasi tersebut semakin penting di tengah kebutuhan memperkuat pelaku usaha lokal agar mampu berkembang dan memberikan kontribusi lebih besar terhadap perekonomian. Hipmi, kata Ardian, memiliki jaringan yang dapat mempertemukan pelaku usaha dengan komunitas bisnis, pemodal, dan pemerintah.

Pengalaman itu juga menjadi salah satu alasan Ardian bersedia memimpin Hipmi Kota Depok. Dia menyebut jaringan organisasi pengusaha muda itu telah memberikan manfaat atas perjalanan bisnisnya, termasuk melalui perluasan akses dan jejaring usaha.

“Pengalaman ini jadi salah satu alasan bahwa saya ingin memimpin HIPMI Kota Depok sebagai bentuk kontribusi dan rasa terima kasih,” ujarnya.

Untuk periode kepengurusan tiga tahun ke depan, pengembangan UMKM jadi salah satu agenda utama. Hipmi Kota Depok diarahkan tidak hanya jadi organisasi pengusaha, tetapi juga ruang pembelajaran dan edukasi bagi calon pengusaha dan pelaku UMKM.

Ardian mengatakan anggota Hipmi yang telah memiliki pengalaman dan keberhasilan dalam menjalankan bisnis diharapkan dapat berbagi pengetahuan sekaligus membuka akses usaha bagi pelaku UMKM. Dengan demikian, UMKM di Depok dapat memperoleh pendampingan, akses pasar, serta peluang untuk memperluas jaringan bisnis. “Hipmi ingin menghubungkan UMKM dengan jaringan bisnis yang dimiliki para anggotanya,” katanya.

Menurut dia, bentuk kolaborasi itu dapat dilakukan melalui berbagai sektor. Misalnya, pelaku industri percetakan membantu UMKM memperoleh kemasan produk yang lebih baik, sementara jaringan usaha lainnya dapat membuka akses ke restoran dan saluran pemasaran.

Upaya tersebut diharapkan membuat UMKM tidak hanya bertahan, tetapi mampu meningkatkan kapasitas usaha dan naik kelas. Hipmi pun mendorong agar program organisasi menghasilkan karya yang berdampak langsung bagi masyarakat.

“Hipmi Kota Depok harus menghasilkan karya dan menghasilkan dampak yang lebih luas lagi. Program kerja yang dihasilkan harus berkualitas, dapat menghasilkan karya, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat luas,” tegas Ardian.

Selain memperkuat hubungan dengan pemerintah daerah, Hipmi Kota Depok akan mendorong kolaborasi dengan komunitas, asosiasi, dan organisasi lainnya. Kolaborasi lintas organisasi dinilai penting untuk membangun ekosistem pengusaha muda yang lebih kuat dan saling terhubung.

Ketua Umum BPD Hipmi Jawa Barat Radityo Egi Pratama juga mendorong jajaran Hipmi di Jawa Barat agar lebih mengedepankan karya dan kontribusi nyata. Menurut dia, keberadaan Hipmi harus memberi manfaat bagi anggota dan lingkungan ekonomi di sekitarnya.

“Jadi setiap individu bisa berbahagia serta memuaskan satu sama lain. Hipmi jadi ruang untuk dirinya sendiri. Tapi jangan juga berlama-lama di HIPMI, yakinkan dan mantapkan diri apakah ke depannya ingin menjadi penguasa atau tetap terus jadi konglomerasi,” ujar Egi.

Sementara itu, Wali Kota Depok Supian Suri menyambut kepengurusan baru Hipmi Kota Depok dan berharap organisasi tersebut dapat menjadi bagian dari penguatan ekosistem investasi dan UMKM di daerah.

Menurut Supian, pemerintah daerah membutuhkan sinergi dengan dunia usaha untuk menciptakan Kota Depok yang kondusif bagi investasi dan memperluas kesempatan ekonomi masyarakat.

Pemkot Depok juga mendorong agar semakin banyak UMKM yang mampu meningkatkan skala bisnis. Kekuatan pengusaha muda diharapkan dapat menjadi bagian dari ekosistem ekonomi daerah yang memberikan manfaat lebih luas kepada masyarakat.

“Hipmi bisa jadi jembatan itu. Kami, Pemerintah Kota Depok berharap besar hadirnya Hipmi bisa jadi daya dukung yang kuat untuk memajukan perekonomian masyarakat Kota Depok, meningkatkan UMKM naik kelas, mendorong dan mendukung, mengembangkan usaha mikro menjadi usaha yang besar,” ujar Supian.

Dia menambahkan, pemerintah daerah membutuhkan masukan dari kalangan pengusaha dalam merumuskan kebijakan yang berkaitan dengan pertumbuhan ekonomi dan pengembangan dunia usaha. “Kami memiliki harapan besar, dapat masukan saran, kebijakan diambil atas pertumbuhan ekonomi khususnya pengusaha Kota Depok,” tutup Supian.(H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *