Kahlil Muchtar, Dosen USK Harumkan Indonesia di IEEE ICIP 2026 Finlandia
Dotor Kahlil Muchtar, dosen USK mewakili Indonesia untuk mempresentasikan riset inovatifnya pada ajang IEEE International Conference on Image Processing (ICIP) 2026 yang berlangsung di Tampere, Finlandia.(Dok Istimewa)

PRESTASI membanggakan diukir oleh Doktor Kahlil Muchtar, dosen Universitas Syiah Kuala (USK) Aceh, yang berhasil mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional. Kahlil, yang merupakan satu-satunya IEEE (Institute of Electrical and Electronics Engineers) Senior Member di Aceh, mewakili Indonesia dalam ajang bergengsi IEEE International Conference on Image Processing (ICIP) 2026 di Tampere, Finlandia.

Kahlil Muchtar, yang juga penerima Anugerah Nasional Diktisaintek 2024, mempresentasikan riset inovatifnya dalam perhelatan IEEE ICIP ke-33. Kota Tampere sendiri dipilih sebagai lokasi konferensi karena nilai sejarahnya sebagai tempat kelahiran kamera ponsel pertama oleh Nokia. Di forum ilmiah ini, Kahlil berbagi panggung dengan peneliti kelas dunia dari berbagai negara maju seperti Amerika Serikat, Jerman, Jepang, hingga Korea Selatan.

Dalam workshop MMForWild, Kahlil menyajikan makalah ilmiah bertajuk “A GELU-Activated Video Anomaly Detection Model on Edge-AI Devices”. Karya ini merupakan hasil riset berkesinambungan tim COMVISLAB-USK yang berfokus pada deteksi anomali video secara otomatis.

Kolaborasi Lintas Sektor dan Global

Riset ini menarik perhatian karena melibatkan kolaborasi luas antara akademisi dan praktisi industri (DUDI). Tim penulis terdiri dari akademisi USK seperti Dr. Kahlil Muchtar, Al Bahri, dan Yudha Nurdin, serta praktisi dari industri teknologi terkemuka seperti Oky Firmansyah (Nodeflux Indonesia) dan Alvin Prayuda Juniarta Dwiyantoro (Google Indonesia).

Selain itu, riset ini juga melibatkan peneliti internasional, di antaranya Martha Arbayani Zaidan dari University of Helsinki (Finlandia), Abdallah Namoun dari Islamic University of Madinah (Arab Saudi), dan Chih-Yang Lin dari National Central University (Taiwan).

Kepada Media Indonesia, Jumat (18/9), Kahlil menjelaskan bahwa keberhasilan ini didukung oleh berbagai skema hibah riset bergengsi, termasuk Kedaireka/Dana Padanan (PDP) untuk hilirisasi produk AI, Riset Terapan Kompetitif Nasional (BIMA PTKN), serta Hibah Lektor Kepala dari LPPM USK.

“Sinergi antara riset akademik, hibah nasional, serta keterlibatan industri ini melahirkan solusi visi komputer yang responsif dan efisien. Teknologi ini diimplementasikan langsung pada perangkat keras Edge-AI untuk mendeteksi anomali seperti perkelahian, ledakan, hingga pencurian secara otomatis,” ujar Kahlil.

Dukungan Menuju World Class University

IEEE ICIP dikenal sebagai konferensi tingkat atas (top-tier) dunia di bidang pengolahan gambar dan visi komputer, yang disponsori oleh raksasa teknologi global seperti Google, Meta, Nokia, dan Huawei. Kehadiran delegasi USK di ajang ini menjadi sinyal positif bagi perkembangan riset teknologi Indonesia.

Wakil Rektor Bidang Akademik USK, Profesor Heru Fahlevi, memberikan apresiasi tinggi atas pencapaian tersebut. Menurutnya, prestasi ini memperkuat posisi USK dalam peta persaingan global.

“Kolaborasi lintas sektor dan negara ini menjadi bukti nyata komitmen USK menuju World Class University yang berdampak langsung bagi kemajuan industri dan masyarakat,” tegas Prof. Heru.(h-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *