
PELATIH Real Madrid, Jose Mourinho, melontarkan kritik terbuka terhadap performa timnya menjelang laga krusial Derby Madrileno melawan Atletico Madrid. Meski mencatatkan hasil positif di awal musim, Mourinho mengakui bahwa Los Blancos masih memiliki masalah serius dalam mengendalikan jalannya pertandingan.
Laga lanjutan La Liga ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Civitas Metropolitano pada Minggu (20/9) pukul 21.15 WIB. Bagi Mourinho, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan ujian mental bagi skuatnya yang kerap kehilangan fokus di menit-menit akhir.
Masalah Kontrol dan Efektivitas
Real Madrid saat ini menempati posisi kedua klasemen sementara dengan koleksi 15 poin dari enam pertandingan (5 menang, 1 kalah). Mereka tertinggal tiga poin dari Barcelona yang masih sempurna di puncak klasemen. Namun, catatan kemenangan Madrid tidak diraih dengan mudah.
Mourinho menyoroti kegagalan timnya dalam mengamankan keunggulan. Dalam beberapa laga terakhir, seperti saat melawan Espanyol dan Elche, Madrid harus bergantung pada gol telat penyerang pelapis Carlos Espi untuk memastikan kemenangan.
“Masalahnya terlihat jelas. Ada pertandingan yang seolah-olah sudah selesai, tetapi pada akhirnya belum benar-benar berakhir,” ujar Mourinho. Ia menambahkan bahwa timnya sering membuang peluang emas yang seharusnya bisa menyudahi perlawanan lawan lebih cepat.
“Kami memiliki tiga, empat, bahkan lima peluang untuk mengakhiri pertandingan, tetapi gagal melakukannya. Setelah itu, kami seperti kehilangan kendali. Saya ingin kami tetap agresif, tetapi juga mampu mengatur tempo,” tegas pelatih asal Portugal tersebut.
Ketajaman Mbappe vs Paceklik Vinicius
Secara taktis, Madrid musim ini mengandalkan transisi cepat yang ditopang oleh trio lini depan: Vinicius Junior, Kylian Mbappe, dan Jude Bellingham. Namun, terdapat ketimpangan produktivitas di antara para bintang tersebut.
Kylian Mbappe tampil sangat impresif dengan torehan delapan gol di semua kompetisi. Sebaliknya, Vinicius Junior masih kesulitan menemukan sentuhan terbaiknya dengan baru mengoleksi satu gol musim ini. Performa Vinicius kembali menjadi sorotan setelah gagal mencetak gol dalam kemenangan tipis atas Elche pekan lalu.
| Pos | Klub | Main | Poin | SG |
|---|---|---|---|---|
| 1 | FC Barcelona | 6 | 18 | +22 |
| 2 | Real Madrid | 6 | 15 | +11 |
| 3 | Real Betis | 6 | 15 | +2 |
| 4 | Atletico Madrid | 6 | 13 | +8 |
Reuni Mourinho dan Simeone
Laga ini juga menandai kembalinya rivalitas klasik antara Jose Mourinho dan Diego Simeone. Berdasarkan catatan sejarah, Mourinho memiliki keunggulan head-to-head dengan memenangi tiga dari empat pertemuan melawan Simeone saat periode pertamanya di Madrid. Namun, satu-satunya kemenangan Simeone terjadi di momen krusial, yakni final Copa del Rey 2013.
Menghadapi Atletico yang dikenal memiliki pertahanan solid dan serangan balik mematikan, Mourinho menuntut konsentrasi penuh dari anak asuhnya. Kehilangan kendali permainan di Metropolitano bisa berakibat fatal bagi ambisi Madrid mengejar Barcelona di puncak klasemen. (AFP/I-2)
