Zara Larsson Kecam Gedung Putih Usai Lagu Midnight Sun Dipakai di Video Penangkapan Imigran ICE
Penyanyi Zara Larsson meluapkan kekecewaannya pada Gedung Putih karena lagunya dipakai dalam konten penangkapan imigran oleh ICE. Simak tanggapannya di sini.(Instagram)

PENYANYI pop asal Swedia, Zara Larsson, melontarkan kritik keras terhadap tim Gedung Putih era pemerintahan Donald Trump. Larsson merasa geram setelah lagu hits miliknya yang berjudul Midnight Sun digunakan tanpa izin sebagai musik latar dalam video penangkapan dan deportasi imigran oleh petugas Imigrasi dan Bea Cukai Amerika Serikat (ICE).

Video berdurasi 19 detik yang diunggah di akun TikTok resmi Gedung Putih tersebut memperlihatkan belasan pria yang diborgol tangan dan kakinya oleh petugas. Unggahan itu juga dilengkapi dengan takarir bertuliskan “never ending deportations”.

Melalui video tanggapan berdurasi tiga menit di akun media sosial pribadinya, pelantun lagu Lush Life tersebut secara terbuka mengecam tindakan tim media sosial Gedung Putih dan menyebut mereka tidak berempati.

“Jujur, aku bahkan tidak tahu harus bilang apa. Kamu tahu? Aku cuma merasa sedih. Aku benar-benar sedih,” ujar Larsson dalam videonya.

“Aku berharap bisa bicara langsung dengan siapa pun yang membuat video itu. Aku ingin bicara denganmu dan membantumu mengingat bahwa kau dan aku tidak ada bedanya sama sekali. Dan kita juga tidak berbeda dari orang-orang yang ada di video itu. Perbedaan terbesar di antara kita hanyalah nasib keberuntungan hidup yang kita dapatkan,” lanjutnya.

Kecam Tindakan Dehumanisasi Imigran

Penyanyi kelahiran Stockholm ini merefleksikan keberuntungan hidupnya sendiri yang lahir di Swedia dengan akses terhadap fasilitas kesehatan, pendidikan, dan berbagai kesempatan hidup yang luas. Menurutnya, merupakan hal yang wajar jika imigran tanpa dokumen berjuang mencari kehidupan yang lebih baik untuk keluarga mereka.

Larsson menegaskan bahwa mengaitkan lagu karyanya dengan video penangkapan imigran adalah bentuk dehumanisasi terhadap sesama manusia.

“Aku pikir, tentu saja kalau kamu mau bicara soal politik dan kebijakan imigrasi, silakan. Tapi video ini benar-benar bukan soal itu. Video ini sangat tidak manusiawi (dehumanising). Orang-orang di dalam video itu adalah manusia nyata,” tegas Larsson.

Ia juga menyentil salah satu cuplikan di mana terdapat seorang pria yang ditangkap saat mengenakan pakaian kerja konstruksi. Larsson menekankan mayoritas imigran tanpa dokumen adalah orang-orang biasa yang berkerja keras demi masa depan yang lebih baik.

Makna Lagu yang Diputarbalikkan

Selain menyayangkan pesan di balik unggahan tersebut, penyanyi berumur 28 tahun itu juga mempertanyakan alasan pemilihan lagu Midnight Sun. Menurut Larsson, lagu tersebut ditulis untuk menyuarakan rasa terhubung antara manusia, alam, dan alam semesta, bukannya justru dipakai untuk menciptakan perpecahan.

“Ini menciptakan jurang pemisah yang sangat besar antarmanusia. Aku sungguh tidak paham. Ini sangat tidak keren,” kata Larsson seraya membentuk gestur huruf ‘L’ di dahinya. “Kalian benar-benar pecundang (losers). Sungguh gila,” pungkasnya.

Deretan Musisi yang Memprotes Gedung Putih

Zara Larsson bukanlah musisi pertama yang melayangkan protes keras terhadap penggunaan lagu mereka oleh Gedung Putih di bawah pemerintahan Donald Trump. Sebelumnya, bintang pop Ariana Grande juga menyampaikan teguran keras setelah lagunya yang berjudul Bye dijadikan musik latar pada konten penangkapan imigran oleh petugas ICE.

Saat itu, Ariana Grande meminta Gedung Putih untuk tidak lagi menggunakan karyanya dalam narasi penegakan hukum imigrasi yang ia sebut sebagai tindakan barbar dan tidak manusiawi. Sejumlah penyanyi papan atas lain seperti Sabrina Carpenter, Olivia Rodrigo, hingga Beyoncé juga tercatat pernah menyampaikan keberatan atas hal serupa. (People/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *