Whistleblower Pentagon Kirim SOS Darurat terkait Kepemimpinan Pete Hegseth
Pete Hegseth.(Al Jazeera)

SEJUMLAH staf Pentagon dilaporkan mempertaruhkan karier mereka untuk mengungkap kekacauan dan ketidakpuasan yang melanda Departemen Pertahanan Amerika Serikat di bawah kepemimpinan Sekretaris Pertahanan Pete Hegseth. Menggunakan telepon prabayar (burner phones) hingga perangkat pinjaman agar tidak terlacak, para informan ini mengirimkan pesan yang mereka sebut sebagai SOS darurat.

Enam orang dalam Pentagon–masing-masing memiliki pengalaman setidaknya enam tahun di markas besar militer tersebut–berbicara kepada Daily Mail mengenai kondisi kerja di bawah Hegseth. Mereka menggambarkan mantan pembawa acara Fox & Friends tersebut sebagai menteri pertahanan yang paling tidak memenuhi syarat dan eksplosif dalam sejarah AS dan kini menjalankan lembaga tersebut seperti milik pribadi.

Krisis Perang dan Penipisan Stok Amunisi

Di tengah perang Iran yang memasuki bulan ketujuh, Hegseth menghadapi tekanan pemakzulan (impeachment) yang diusulkan oleh anggota Kongres dari Partai Republik, Thomas Massie. Hegseth dituduh melanggar konstitusi dalam penanganan perang tersebut.

Meskipun Hegseth secara publik mengeklaim kesuksesan total, sumber internal mengungkapkan kenyataan pahit di lapangan:

  • Stok senjata yang menipis drastis.
  • Situs militer AS di Timur Tengah yang hancur akibat serangan rudal dan drone Iran.
  • Blokade Iran di Selat Hormuz dan kerusakan pipa minyak Saudi.
  • Pengerahan 50.000 tentara dan lebih dari 17 kapal perang hingga pertengahan 2027 meskipun ada keberatan formal (non-concurs) dari para pimpinan komando militer.

Kondisi aset militer juga dilaporkan memprihatinkan. Kapal induk USS Abraham Lincoln menjadi simbol krisis setelah berada di laut selama 8,5 bulan dengan masalah kekurangan makanan, kegagalan pipa, udara kotor, hingga beberapa upaya bunuh diri kru sebelum akhirnya bersandar di Thailand pada 2 September.

Paranoia dan Pembersihan Internal

Laporan menyebutkan bahwa Presiden Donald Trump sempat marah besar kepada Hegseth pada Agustus karena merasa tidak diberi tahu mengenai penipisan stok amunisi. Alih-alih memperbaiki masalah, Hegseth dikabarkan lebih terobsesi memburu pembocor informasi (leaker), bahkan memaksa staf Joint Chiefs menjalani tes poligraf.

Di sisi lain, Hegseth dituduh melakukan pembersihan terhadap perwira senior, terutama perempuan dan minoritas yang ia anggap sebagai rekrutan DEI (Diversity, Equity, and Inclusion). Sekretaris Angkatan Darat Dan Driscoll dilaporkan mengundurkan diri setelah berselisih dengan Hegseth terkait kebijakan ini.

Daftar Nickname Brutal untuk Hegseth di Pentagon:

  • No Tab Pete: Sindiran atas kurangnya lencana tempur elit.
  • Whiskey Pete & Colonel Vodka: Merujuk pada laporan masalah kebiasaan minum.
  • Dumb McNamara: Membandingkan strategi Iran-nya dengan kegagalan era Vietnam.
  • Pete the Predator: Merujuk pada tuduhan kekerasan seksual tahun 2017 yang berakhir dengan penyelesaian damai senilai US$50.000.

Masalah Anggaran dan Kebijakan Kontroversial

Secara finansial, biaya perang dilaporkan membengkak hingga US$37 miliar (sekitar Rp569 triliun), melampaui laporan awal kepada Kongres sebesar US$12 miliar. Departemen Pertahanan kini meminta anggaran US$1,45 triliun untuk tahun 2027, melonjak hampir 50% dari tahun ini.

Hegseth juga dikritik karena kebijakan yang dianggap impulsif, seperti program skrining kebugaran testosteron. Ini akhirnya dibatalkan karena risiko medis serta penghapusan mandat vaksin flu yang memicu wabah di Pangkalan Angkatan Udara Lackland.

Juru bicara Pentagon, Sean Parnell, membantah klaim kekurangan amunisi tersebut dan menyebutnya sebagai informasi palsu yang membahayakan keamanan nasional. “Militer Amerika tetap menjadi kekuatan tempur paling kuat di bumi,” tegasnya dalam pernyataan resmi.

Di tengah kekacauan ini, muncul rumor bahwa Hegseth tengah mempersiapkan diri untuk pencalonan presiden tahun 2028. Langkah ini menurut sumber internal semakin memperkeruh penilaian profesionalnya di Pentagon. (Daily Mail/I-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *