
SPESIES hiu yang bermigrasi dari perairan Australia menghadapi ancaman keselamatan yang signifikan begitu mereka melintasi batas wilayah laut internasional. Meskipun mendapat perlindungan ketat saat berada di dalam kawasan konservasi perairan Australia, hiu-hiu ini rentan menjadi korban penangkapan ikan komersial tanpa pengawasan ketat di lautan lepas.
Penelitian terbaru yang memetakan pergerakan hiu menggunakan teknologi pelacakan satelit menunjukkan bahwa jalur migrasi alami hiu sering kali tumpang tindih dengan area penangkapan ikan skala besar.
Ketika hiu berenang keluar dari Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE) Australia, tingkat perlindungan hukum bagi spesies ini menurun drastis. Hal tersebut menempatkan mereka pada risiko tinggi tersangkut jaring atau pancing rawai (longline) milik armada perikanan komersial internasional.
Jalur Migrasi yang Melintasi Zona Berbahaya
Hiu merupakan predator puncak yang memainkan peran krusial dalam menjaga keseimbangan dan kesehatan ekosistem laut. Banyak spesies hiu menempuh perjalanan ribuan kilometer untuk mencari makan, berkembang biak, atau menyesuaikan diri dengan perubahan suhu air laut tahunan.
Namun, lintasan pergerakan alami ini tidak mengenal batas wilayah politik negara. Data pelacakan mengarahkan bahwa saat berada di perairan Australia, regulasi perikanan yang ketat dan zona perlindungan bahari mampu menekan tingkat kematian hiu secara signifikan.
Sayangnya, keberadaan perlindungan tersebut menjadi tidak efektif begitu hiu memasuki wilayah perairan internasional atau laut negara tetangga yang memiliki regulasi pengelolaan perikanan lebih longgar.
Perlunya Kerja Sama Konservasi Lintas Negara
Para peneliti menekankan upaya perlindungan hiu di satu wilayah negara tidak akan pernah cukup untuk menyelamatkan populasi hiu migratori secara keseluruhan. Tanpa adanya kebijakan tata kelola laut global yang terkoordinasi, efektivitas perlindungan lokal yang dilakukan Australia akan terancam sia-sia.
Penemuan ini mendorong perlunya pembentukan kesepakatan internasional yang lebih kuat dalam mengelola perikanan di lautan lepas. Langkah perlindungan lintas batas ini mencakup penetapan zona bebas penangkapan ikan di rasi migrasi utama hiu serta penerapan alat tangkap yang lebih ramah bagi satwa laut.
Upaya kolaboratif antarnegara menjadi kunci utama untuk memastikan kelestarian populasi hiu migrasi agar tidak punah di tengah maraknya aktivitas penangkapan ikan komersial secara global. (Earth/Z-2)
