Gempa Beruntun di Kabupaten Bandung Terkait Aktivitas Sesar Lokal
Ilustrasi(Dok Pexels)

BADAN Meteorologi Klimatologi dan Geofisik (BMKG) mencatat rangkaian gempa telah terjadi di wilayah Kabupaten Bandung pada 11 Agustus-17 September 2026. 

Jumlah kejadian gempa dalam rentang tersebut telah mencapai 119 kali kejdian. Kekuatan gempa berkisar Magnitudo 1,0-3,4. Sementara pada Rabu (16/9) sampai Kamis (17/9) pagi, terjadi sebanyak 42 kejadian gempa bumi.

Gempa terbaru terjadi pada Kamis, pukul 06.21 WIB. Pusat gempa berada di darat 27 kilometer selatan Kabupaten Bandung dengan Magnitudo 2,7. Pusat gempa berada di kedalaman 4 km. 

Gempa dirasakan di Pangalengan, Kabupaten Bandung dan Talegong serta Cisewu, Kabupaten Garut dengan Skala III MMI. Direktur Gempa Bumi Dan Tsunami BMKG Wijayanto mengungkapkan dengan memperhatikan lokasi pusat gempa, gempa bumi yang terjadi merupakan jenis gempa bumi dangkal. 

“Hasil analisis BMKG menunjukkan bahwa pusat gempa bumi membentuk pola kelurusan ke arah barat daya-timur laut dengan jarak sekitar 5-8 Km sebelah barat Sesar Garsela Segmen Kendang dan sebelah utara Sesar Garsela Segmen Kencana. Secara tektonik gempa bumi tersebut berkaitan dengan aktivitas sesar lokal,” paparnya. 

Dia menambahkan, merujuk pada buku Peta Sumber dan Bahaya Gempa Indonesia keluaran Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGen) tahun 2024, sebaran gempa bumi yang terjadi tidak berada pada zona sesar Garsela Segmen Kendang, Garsela Segmen Kencana, maupun Sesar Cicalengka. Gempa, lanjutnya, berada pada area yang belum terpetakan. Dalam hal ini perlu dilakukan kajian yang lebih mendalam terkait sumber gempa tersebut. 

“BMKG saat ini mengoperasikan 35 sensor seismik yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Barat. Keberadaan puluhan jaringan seismograf ini memiliki peran yang sangat krusial karena mampu mendeteksi dan mencatat gempa-gempa mikro atau bermagnitudo kecil dengan tingkat presisi Cukup Baik,” paparnya. 

Menurut Wijayanto, aktivitas seismik berskala kecil tersebut umumnya bersumber dari pergerakan patahan aktif pada sesar-sesar darat yang membentang di wilayah Jawa Barat.

“BMKG akan terus memonitor aktivitas gempa bumi yang terjadi serta menyampaikan pemutakhiran informasi kepada pemangku kepentingan dan masyarakat. Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak terpengaruh oleh isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya,” tandasnya. (SG/E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *