
BASARNAS meminta dukungan dari tim ahli dari Hong Kong, Amerika Serikat, dan Indonesia untuk operasi salvage. Kerja sama itu dilakukan untuk memperluas opsi pencarian korban KM Virgo Transport 8 yang mengalami kecelakaan di Laut Jawa, Minggu (13/9).
Kepala Basarnas Mohammad Syafii menjelaskan tim ahli luar negeri bekerja sama dengan ahli di Indonesia guna melakukan observasi dan assesmen terkait kondisi kapal Virgo yang berada di bawah permukaan laut. Hasilnya untuk menentukan tindak lanjut evakuasi korban yang diduga masih banyak terjebak di bawah kapal yang terbalik.
“Tim ahli yang dihadirkan kebanyakan dari Jakarta. Beberapa personel sudah ada di tempat kita, namun juga ada tim untuk melengkapi masih baru hadir besok (18/9),” ucap Syafii di Pelabuhan Trisakti, Banjarmasin, dikutip dari Antara, Kamis, (17/9).
Operasi salvage dilakukan untuk menangani kapal yang tenggelam, terbalik, kandas, atau rusak berat. Prosesnya meliputi pengamanan kapal, evakuasi korban, hingga pemindahan atau penarikan kapal dari lokasi kecelakaan.
Tim, kata dia, ditambah personel akan difasilitasi untuk melakukan observasi dari udara. Selanjutnya, tim kembali ke Banjarmasin untuk mengikuti rapat koordinasi berdasarkan hasil asesmen kondisi kapal.
Dari hasil rapat tersebut, katanya, tim akan menentukan sarana dan prasarana yang dibutuhkan. Peralatan dapat didatangkan dari Surabaya, Kalimantan, dan daerah lain sesuai kondisi di lapangan.
Membalikan Kapal dengan Balon
Basarnas juga tengah mempertimbangkan untuk membalikkan kapal dengan balon agar tim dapat mencari dan mengevakuasi korban. Pasalnya cuaca menjadi kendala tim penyelam untuk bekerja di sekitar bangkai kapal. Tekanan air dan faktor lainnya dapat berbahaya bagi tim SAR.
KM Virgo Transport 8 mengangkut 243 orang saat berlayar dari Surabaya, Jawa Timur, menuju Banjarmasin pada 12 September 2026. Kapal tersebut mengalami cuaca buruk dan hilang kontak sebelum ditemukan dalam kondisi terbalik di perairan Masalembo, Laut Jawa, pada 13 September 2026 pukul 01.00 WIB.
Basarnas mengonfirmasi 114 korban telah ditemukan hingga pukul 22.00 WITA, Rabu, 16 September 2026. Mereka terdiri atas 108 orang selamat dan enam orang meninggal dunia. Sedangkan di dalam manifes penumpang tercatat ada 243 orang. Saat ini sebanyak 129 orang masih belum ditemukan. (Metrotvnews/H-4)
