
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) pada Minggu (30/8) sampai Agustus hingga Selasa (1/9).
Selain potensi angin kencang, BMKG mengingatkan masyarakat terhadap meningkatnya risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di tengah kondisi musim kemarau yang masih berlangsung di sejumlah wilayah NTT.
Kepala Stasiun Meteorologi El Tari Kupang, Sti Nent’ek, mengatakan angin kencang dengan kecepatan sekitar 30-50 kilometer per jam berpotensi terjadi di Kota Kupang, Kabupaten Kupang, Rote Ndao, dan Sabu Raijua.
“Angin Monsoon Timur masih aktif sehingga menyebabkan musim kemarau di wilayah NTT. Waspadai angin kencang yang sifatnya kering yang berpotensi menyebabkan kebakaran hutan dan lahan di wilayah NTT,” kata Sti Nent’ek, Minggu (30/8).
Peringatan tersebut diperkuat dengan peta Fine Fuel Moisture Code (FFMC) atau tingkat kemudahan material di lapisan atas permukaan tanah untuk terbakar yang dikeluarkan BMKG pada 30 Agustus 2026.
Berdasarkan peta tersebut, sejumlah wilayah di NTT berada pada kategori tinggi hingga sangat tinggi. Kondisi ini menunjukkan bahan bakar di permukaan tanah relatif mudah terbakar.
Karena itu, masyarakat diminta meningkatkan kewaspadaan dan menghindari aktivitas pembakaran terbuka yang dapat memicu kebakaran hutan maupun lahan, terutama di tengah kondisi angin yang kencang dan kering.
Kombinasi musim kemarau, angin Monsoon Timur, serta kondisi bahan di permukaan tanah yang mudah terbakar dapat mempercepat penyebaran api apabila terjadi kebakaran.
Selain itu, BMKG mencatat rata-rata suhu udara di wilayah NTT berada pada kisaran 22-33 derajat celsius, kecuali suhu udara di Kabupaten Manggarai, Ngada, dan sebagian wilayah dataran tinggi lainnya berada pada kisaran 14-26 derajat celsius. (Z-2)
