Gedung Hogwan Peninggalan Belanda di Bumiayu Ambruk Timpa Rumah
Warga menyaksikan gedung peninggalan Kolonial Belanda yang ambruk (Gedung Hog Wan).(MI/Supardji Rasban)

SEBUAH gedung peninggalan masa kolonial Belanda di Bumiayu, Brebes, Jawa Tengah, ambruk. Gedung ambruk diduga karena usianya yang sudah tua. Gedung yang mabruk ini menimpa tiga rumah di sekitarnya dan dua orang anak.

Gedung peninggalan kolonial Belanda yang ambruk ini, bernama Gedung Hogwan, yang lokasinya di Jalan Lapangan Asri, Kecamatan Bumiayu, Kabupaten Brebes. Gedung ini ambruk, pada Minggu, 30 Agustus 2026, sekitar pukul 05.30 WIB.

Bangunan tua ini ambruk dan materialnya menutup jalan serta menimpa tiga rumah warga di sekitar lokasi. Naas dua orang anak yang sedang bermain di lokasi turut tertimpa dan meninggal di tempat. Keduanya ialah Nara, 4, dan Arfa, 6.

Diketahui, tiga rumah yang ikut terdampak ambruk masing-masing rumah milik Feti, Marto, dan Imam. Kondisi ketiga rumah mengalami kerusakan parah akibat tertimpa material bangunan. Ambruknya gedung tua ini, langsung mengundang perhatian warga yang mendatangi lokasi.

 

Menurut saksi, Muhammad Irwanto dan Muhammad Lutfi Fauzi, belum diketahui yang menjadi penyebab ambruknya gedung peninggalan Belanda. Selama ini gedung ini menjadi tempat berlatih bulu tangkis.

Hingga saat ini penanganan di lokasi masih berlangsung. Penyebab pasti runtuhnya bangunan serta data lengkap mengenai korban dan kerugian masih menunggu keterangan resmi dari pihak berwajib. (Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *