Tampilkan Produk UMKM Perkebunan Dukung Komoditas Berkelanjutan
Pekerja memuat tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di tempat penampungan hasil (TPH) kelapa sawit Desa Lampisi, Tanjung Jabung Barat, Jambi, Sabtu (7/9/2024).(ANTARA/WAHDI SEPTIAWAN )

BADAN Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) secara konsisten terus berupaya untuk mengoptimalkan berbagai program strategis, salah satunya melalui program promosi guna memperkuat pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) berbasis komoditas perkebunan. Kegiatan tersebut dimaksudkan sebagai bagian dari upaya memperkuat citra positif, meningkatkan pemahaman masyarakat dan pemangku kepentingan, serta memperluas komunikasi mengenai komoditas perkebunan dan program-program BPDP.

Dalam rangka memperkuat penyampaian informasi dan narasi positif mengenai komoditas perkebunan, BPDP turut berpartisipasi dalam Knowledge Exchange & Innovation Exhibition Jakarta 2026 sebagai salah satu kegiatan pendukung dari Regional Learning Forum on Sustainable Commodities: Advancing Sustainable Palm Oil and Cacao Through Regional Learning, Partnership, and Innovation, yang diinisiasi oleh Kementerian Koordinator Bidang Pangan dan United Nations Development Programme (UNDP)

Kegiatan yang dilaksanakan pada tanggal 27 – 28 Agustus 2026 di Jakarta ini menjadi momentum strategis bagi BPDP  memperkenalkan peran, program, serta kontribusi BPDP dalam mendukung pengembangan sektor perkebunan, khususnya komoditas kelapa sawit, kakao, kelapa, dan produk turunannya. Kegiatan ini mempertemukan pemerintah, badan-badan PBB, pelaku sektor swasta, dan pemangku kepentingan sektor perkebunan dari Indonesia, Malaysia, dan Papua Nugini. 

Melalui keterangannya hari ini,Kepala Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Helmi Muhansyah mengutarakan partisipasi BPDP merupakan bagian dari komitmen untuk terus mendorong pengembangan komoditas perkebunan yang berkelanjutan, inovatif, dan berdaya saing.

“Partisipasi BPDP dalam kegiatan ini menjadi ruang untuk memperkenalkan beragam produk UMKM yang berasal dari komoditas perkebunan (kelapa sawit, kelapa, dan kakao) kepada masyarakat internasional. Selain itu, juga membuka peluang kolaborasi serta pertukaran gagasan yang dapat memberikan manfaat nyata bagi pengembangan sektor yang perkebunan yang berkelanjutan”. paparnya.

Melalui kegiatan ini, BPDP melihat pentingnya pertukaran pengetahuan, pengalaman, serta inovasi dari berbagai pemangku kepentingan sebagai salah satu kunci dalam menjawab tantangan pembangunan sektor perkebunan. Inovasi yang dihasilkan tidak hanya perlu memberikan nilai tambah secara ekonomi, tetapi juga harus memperhatikan aspek lingkungan, sosial, serta keberlanjutan bagi generasi mendatang.

Bagi BPDP, forum seperti ini menjadi ruang strategis untuk memperkuat kolaborasi antara pemerintah, pelaku usaha, akademisi, masyarakat, dan berbagai mitra pembangunan dalam menciptakan ekosistem perkebunan yang semakin produktif dan berkelanjutan.

“Dengan semangat kolaborasi dan inovasi, kami percaya bahwa komoditas perkebunan Indonesia terutama kelapa sawit, kelapa, dan kakao dapat terus tumbuh, memberikan manfaat bagi masyarakat, sekaligus menjaga kelestarian lingkungan dan memperkuat kontribusinya terhadap pembangunan nasional,” pungkas Helmi Muhansyah. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *