Polresta Pati Tunggu Hasil Labfor Ungkap Penyebab Kerusakan Rumah Aktivis Kajar
Anggota Polresta Pati memeriksa kerusakan kaca pintu rumah milik Botok, aktivis AMPG.(MI/Haryanto Mega)

POLRESTA Pati masih mendalami dugaan kerusakan kaca pintu rumah milik Botok, aktivis AMPG yang juga dikenal sebagai Sup, warga Desa Kajar, Kecamatan Trangkil, Kabupaten Pati. Polisi menunggu hasil pemeriksaan laboratorium forensik untuk memastikan penyebab kerusakan tersebut.

Wakapolresta Pati AKBP Ardyan Ukie Hercahyo mengatakan penyelidikan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan fakta dan alat bukti. Polisi belum ingin menarik kesimpulan sebelum seluruh hasil pemeriksaan selesai dianalisis.

“Kami masih melakukan pendalaman terkait dugaan pengerusakan tersebut. Kami tidak ingin terburu-buru mengambil kesimpulan sebelum seluruh hasil pemeriksaan dan alat bukti dianalisis secara menyeluruh,” kata Ardyan dalam konferensi pers di Aula Sanika Satyawada Polresta Pati, Kamis (27/8).

Peristiwa tersebut diketahui pada Senin (24/8) sekitar pukul 10.00 WIB. Setelah menerima informasi, polisi melakukan pemeriksaan dan olah tempat kejadian perkara di rumah korban.

Pemeriksaan kemudian dilanjutkan Tim Bidang Laboratorium Forensik (Bidlabfor) Polda Jawa Tengah pada Rabu (26/8/2026). Dalam pemeriksaan itu, petugas menemukan kerusakan pada salah satu bagian kaca pintu utama rumah.

Selain itu, tim menemukan 14 benda berbentuk gotri di sekitar lokasi. Sebanyak tujuh benda ditemukan di dalam rumah, empat benda di luar rumah atau di depan pintu, serta tiga lainnya berada di bawah mainan anak-anak di sekitar akuarium.

Meski demikian, polisi belum dapat memastikan benda-benda tersebut berkaitan dengan kerusakan pada kaca pintu.

Ketua Tim Pemeriksaan sekaligus Kasubbid Balmet Bidlabfor Polda Jateng AKBP Totok Tri Kusuma mengatakan, hasil pemeriksaan awal menunjukkan adanya perbedaan ukuran antara benda yang ditemukan dan lubang pada kaca yang rusak.

Menurut dia, diameter gotri yang ditemukan sekitar 6,34 milimeter. Sementara diameter lubang pada kaca berkisar antara 3,67 hingga 4,68 milimeter.

“Dari hasil rekonstruksi sementara, gotri yang ditemukan tidak dapat melewati lubang kerusakan kaca karena ukurannya lebih besar dibandingkan diameter lubang pada kaca,” ujar Totok.

Tim Labfor juga melakukan pengujian awal menggunakan Bullet Testing Kit (BTK) terhadap kaca yang mengalami kerusakan. Hasil pemeriksaan menunjukkan hasil negatif atau tidak ditemukan kandungan timbal yang dapat dikaitkan dengan gesekan peluru maupun gotri.

Namun, polisi belum menghentikan penyelidikan. Pemeriksaan lanjutan terhadap barang bukti dan hasil swab masih dilakukan di laboratorium Bidlabfor Polda Jawa Tengah.

Selain pemeriksaan ilmiah, penyidik juga akan kembali meminta keterangan dari korban dan sejumlah saksi. Polisi turut menelusuri rekaman kamera pengawas atau CCTV serta mencari petunjuk lain di sekitar lokasi kejadian.

Kabid Humas Polda Jateng Kombes Pol Yuliyanto meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab kerusakan sebelum hasil penyelidikan selesai.

Ia mengingatkan informasi yang belum terverifikasi berpotensi berkembang menjadi kesimpulan yang keliru dan menimbulkan persepsi berbeda di masyarakat.

“Jangan sampai informasi yang masih berupa dugaan berkembang menjadi kesimpulan yang belum tentu benar,” tegas Yuliyanto.

Polisi memastikan seluruh temuan di lokasi akan dianalisis secara ilmiah untuk mengungkap penyebab kerusakan kaca pintu rumah tersebut. Hasil pemeriksaan laboratorium menjadi salah satu dasar penting bagi penyidik dalam menentukan langkah hukum selanjutnya.

Hingga saat ini, situasi di Desa Kajar dan wilayah sekitarnya dilaporkan tetap aman dan kondusif. Polresta Pati masih melanjutkan pemeriksaan guna memastikan fakta di balik kerusakan kaca rumah aktivis tersebut. (E-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *