
BADAN Usaha Milik Ansor (BUMA) resmi memperluas ekosistem bisnisnya ke sektor hulu pertanian dengan memperkenalkan produk unggulan Benih Semesta 35. Peluncuran ini menjadi bagian dari strategi ekspansi BUMA Agriculture & Food dalam memperkuat rantai pasok agribisnis dan ketahanan pangan nasional.
Produk Benih Semesta 35 diperkenalkan di Teras BUMA, yang berlokasi di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, Jawa Timur, Jumat (28/8). Lokasi ini didirikan secara khusus di sekitar arena Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama sebagai ruang interaksi bisnis bagi kader, mitra, dan masyarakat.
Kehadiran produk ini menjadi bagian dari pengembangan BUMA Agriculture & Food, yang mencakup pengembangan produk dan komoditas pertanian, rantai pasok, serta kolaborasi dengan berbagai mitra.
Pengembangan bisnis di sektor benih menempatkan BUMA pada salah satu bagian awal dalam rantai produksi pertanian. Ketersediaan input budidaya, termasuk benih, menjadi salah satu aspek yang perlu diperhatikan bersama dengan praktik budidaya, pengelolaan hasil, distribusi, dan akses pasar.
Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Addin Jauharudin mengatakan penguatan sektor pertanian perlu ditempatkan sebagai bagian dari upaya membangun kemandirian ekonomi dan ketahanan pangan masyarakat.
“Kalau kita berbicara tentang pertanian, perhatian sering kali lebih banyak tertuju pada hasil panen dan harga di pasar. Padahal, prosesnya dimulai jauh sebelum itu. Ketersediaan kebutuhan dasar budidaya, termasuk benih, merupakan bagian penting yang perlu diperhatikan dalam membangun usaha pertanian,” ujar Addin.
Menurut dia, pengembangan sektor pertanian juga perlu membuka ruang partisipasi yang lebih besar bagi generasi muda dan masyarakat di daerah.
“Pertanian bukan hanya soal produksi di lahan, tetapi memiliki rantai usaha yang panjang. Semangat kemandirian ekonomi yang menjadi bagian dari perjuangan NU perlu kita terjemahkan dengan membangun usaha dari hulu hingga hilir, sehingga potensi pertanian dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat dan masyarakat,” kata Addin.
Direktur Utama PT BUMA Bintang Perkasa sekaligus CEO BUMA Firmana Tri Andika mengatakan Benih Semesta 35 merupakan salah satu langkah BUMA untuk masuk lebih jauh ke sektor pertanian dengan membangun kemitraan di sepanjang rantai usaha.
“Benih Semesta 35 merupakan salah satu inisiatif awal kami di sektor hulu pertanian. Kami melihat pengembangan bisnis benih tidak berdiri sendiri, tetapi memiliki keterkaitan dengan kebutuhan petani, jaringan distribusi, pengembangan komoditas, dan pasar,” ujar Firmana.
Ia mengatakan BUMA akan mengembangkan produk tersebut secara bertahap dengan mempertimbangkan kebutuhan pasar serta kesiapan mitra yang terlibat.
“Kami ingin pengembangan Benih Semesta 35 dilakukan dengan dasar yang kuat, mulai dari produk dan mitra hingga distribusinya. Prinsipnya sederhana, kami ingin memahami kebutuhan di lapangan terlebih dahulu dan kemudian membangun model kerja sama yang dapat berkembang secara berkelanjutan,” kata Firmana.
Pengembangan Benih Semesta 35 sejalan dengan arah BUMA untuk memperluas portofolio bisnis di sektor pertanian dan pangan. Dalam profil resminya, BUMA juga mencantumkan pemberdayaan desa dan kedaulatan pangan sebagai salah satu bidang pengembangan ekonomi.
Pendekatan tersebut menempatkan sektor pertanian tidak hanya sebagai aktivitas produksi, tetapi juga sebagai bagian dari rantai ekonomi yang melibatkan petani, pelaku usaha, distributor, industri, dan konsumen.
Bagi BUMA, penguatan sektor hulu menjadi salah satu pintu masuk untuk membangun keterhubungan tersebut. Pengembangan produk pertanian dapat berjalan beriringan dengan pembinaan kapasitas pelaku usaha, perluasan jaringan kemitraan, serta pengembangan akses pasar.
Melalui Benih Semesta 35, BUMA memperluas pengembangan bisnisnya ke sektor hulu pertanian sekaligus membuka peluang kolaborasi dengan pelaku usaha dan mitra di sepanjang rantai agribisnis.
BUMA juga mengembangkan program pelatihan dan sertifikasi di bidang ekonomi dan bisnis serta pembinaan kewirausahaan melalui Club Usaha Ansor (CUAN). Program tersebut menjadi bagian dari pendekatan BUMA dalam meningkatkan kapasitas pelaku usaha dan memperluas akses terhadap peluang bisnis.
Peluncuran Benih Semesta 35 berlangsung di Teras BUMA, ruang yang didirikan sementara di kawasan Pondok Pesantren Bahrul Ulum, Tambakberas, Jombang, di sekitar lokasi Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama. Teras BUMA menjadi ruang perkenalan berbagai lini bisnis dan kolaborasi BUMA kepada kader, mitra, dan masyarakat.
(P-4)
