
Pemerintah memperkuat operasi pemadaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah dengan mengerahkan empat helikopter water bombing tambahan pada Minggu (23/8). Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah mempercepat pengendalian kebakaran sekaligus mencegah api meluas ke wilayah lain. Penambahan armada udara dilakukan untuk memperkuat penanganan titik-titik kebakaran yang masih membutuhkan dukungan pemadaman dari udara.
Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya mengatakan penambahan helikopter tersebut merupakan bagian dari penguatan dukungan pemerintah terhadap operasi penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
“4 helikopter water bombing akan ditambahkan besok (hari ini) untuk memperkuat operasi pemadaman,” kata Teddy.
Selain tambahan armada udara, pemerintah juga menyiapkan sejumlah sarana pendukung untuk memperlancar operasi di lapangan. Kendaraan pemadam, pompa, pipa penyalur air, hingga mesin bor air terus dipenuhi guna memastikan pasokan air bagi proses pemadaman tetap tersedia.
“Mobil pemadam disiapkan untuk mendukung penanganan kebakaran di lapangan. Penyediaan pompa, pipa-pipa air, dan mesin bor air terus dipenuhi untuk memperkuat suplai air bagi operasi pemadaman,” lanjutnya.
Penguatan pemadaman tersebut berjalan beriringan dengan upaya pencegahan agar kebakaran tidak semakin meluas maupun memunculkan titik api baru. Pemerintah terus meningkatkan kesiapsiagaan seluruh unsur yang berada di lapangan untuk menghadapi perkembangan situasi karhutla.
Berdasarkan data Kementerian Kehutanan, luas karhutla di Kalimantan Tengah pada periode 1 Januari hingga 1 Agustus 2026 mencapai 7.634,46 hektare. Luasan itu disebut lebih rendah dibandingkan sejumlah tahun sebelumnya, seiring dengan peningkatan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi yang dilakukan pemerintah.
“Angka ini lebih rendah dibandingkan luas karhutla pada sejumlah tahun sebelumnya berkat kesiapsiagaan yang terus diperkuat,” ungkap Teddy.
Presiden Prabowo Subianto optimistis karhutla di Kalimantan Tengah dapat segera dikendalikan. Pemerintah memastikan penguatan operasi pemadaman tetap dilakukan, termasuk melalui penambahan armada udara, sembari menyiapkan langkah hukum terhadap pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran.
“Presiden optimistis karhutla dapat segera dikendalikan. Pemerintah akan terus memperkuat penanganan di lapangan sekaligus menindak sesuai hukum apabila ditemukan pihak yang terbukti sengaja melakukan pembakaran,” pungkas Teddy. (E-2)
