
BADAN Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Balikpapan mengimbau seluruh pihak untuk memperkuat langkah mitigasi, mulai dari pencegahan hingga penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Hal ini menyusul temuan 11.869 titik panas yang tersebar di Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) selama periode 1-21 Agustus 2026.
Ketua Tim Data dan Informasi BMKG Stasiun Kelas I Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan, Huda Abshor Mukhsinin, mengungkapkan bahwa sebaran titik panas tersebut mencakup 10 kabupaten/kota di Kaltim. Jika dirata-rata, terdapat sekitar 565 titik panas yang muncul setiap harinya di wilayah tersebut.
“Jumlah ini mengalami peningkatan dibandingkan musim kemarau serupa pada 2015 lalu. Saat itu, pada periode yang sama terdeteksi 9.793 titik panas. Fenomena El Nino musim ini terasa lebih kering,” ujar Huda di Balikpapan, Sabtu (22/8/2026).
Waspada Puncak El Nino
BMKG memprediksi potensi peningkatan titik panas masih akan terjadi dalam beberapa bulan ke depan. Masa puncak panas akibat El Nino di Kalimantan Timur diperkirakan tidak hanya terjadi pada Agustus, melainkan akan mencapai puncaknya pada September hingga Oktober.
Mengingat kondisi cuaca yang lebih kering, Huda menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran saat membuka lahan pertanian maupun perkebunan. Angin kencang yang kerap terjadi di musim kering dapat dengan cepat merembetkan api ke lahan lain.
“Hal mendesak lainnya adalah menghindari aktivitas membakar sampah atau membuang puntung rokok yang masih membara di area hutan dan perkebunan, karena daun kering sangat mudah memicu karhutla,” tambahnya.
Sebaran Titik Panas di Kaltim
Berdasarkan data riil BMKG pada Jumat (21/8/2026), terdeteksi sebanyak 980 titik panas dalam satu hari. Kabupaten Berau menjadi wilayah dengan konsentrasi titik panas tertinggi.
Pemerintah daerah bersama unsur masyarakat diharapkan terus bersiaga melakukan penanganan cepat guna meminimalisasi dampak kerusakan lingkungan dan gangguan kesehatan akibat asap karhutla. (Ant/H-3)
