
Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) memperkuat pengelolaan zakat, infak, dan sedekah (ZIS) nasional melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), perluasan kolaborasi, serta pengembangan inovasi pengumpulan dana. Langkah tersebut dibahas dalam forum Pra-Rakornas Bidang Riset, Pengembangan, Perencanaan, dan Inovasi yang digelar secara daring, Kamis (20/8).
Forum yang diikuti seluruh pimpinan Baznas daerah tersebut menjadi bagian dari evaluasi kinerja semester I 2026 sekaligus persiapan pelaksanaan strategi Baznas pada paruh kedua tahun ini. Ketua Baznas Sodik Mudjahid mengatakan evaluasi diperlukan untuk mengetahui capaian lembaga selama enam bulan pertama sekaligus menentukan langkah penyempurnaan yang perlu dilakukan.
“Jadi kita evaluasi capaian semester 1 2026, kemudian atas dasar evaluasi itu, kita melakukan langkah-langkah penyempurnaan,” ujar Sodik saat memberikan arahan kepada peserta forum.
Menurut Sodik, evaluasi harus mencakup seluruh capaian pengelolaan ZIS, mulai dari pengumpulan hingga pendistribusian. Hasil evaluasi tersebut akan menjadi salah satu pijakan dalam menjalankan Program Strategis Baznas 2026–2031 pada semester II 2026. Ia juga menekankan pentingnya rangkaian persiapan Rakornas agar koordinasi antara Baznas RI dan Baznas daerah dapat berjalan lebih efektif.
“Penting hari ini yang terus menggelar acara-acara persiapan Rakornas agar nanti efektif, dan khusus tema hari ini adalah kita melakukan evaluasi, agar kita tahu persis posisi kita saat ini untuk melangkah kepada sisa waktu kita semester kedua tahun 2026 ini,” katanya.
Penguatan tata kelola ZIS dalam forum tersebut diarahkan melalui lima pilar utama. Kelimanya meliputi peningkatan kualitas SDM, perluasan kolaborasi, pengembangan inovasi, optimalisasi mobilisasi dana melalui lima direktorat, serta penguatan penunaian amanah melalui distribusi dan pemberdayaan.
Pimpinan Baznas RI Bidang Organisasi, Kelembagaan, dan Pembinaan Daerah Saidah Sakwan mengatakan forum tersebut juga menjadi sarana konsolidasi bagi jajaran Baznas di berbagai daerah. Sebanyak 565 pimpinan Baznas daerah mengikuti forum daring yang digelar sebagai persiapan teknis menuju Rakornas Baznas yang akan berlangsung di Jakarta pada 6–9 Oktober 2026.
Selain membahas penguatan kelembagaan, Saidah memaparkan capaian program pemberdayaan Baznas dalam mendukung pengentasan kemiskinan. Berdasarkan data historis tahun sebelumnya, program tersebut telah memberikan dampak kepada ratusan ribu mustahik.
“Dalam rangka pengentasan kemiskinan, kita pada tahun lalu sudah bisa mengentaskan 302.994 mustahik atau naik 5,84 persen year-on-year, di antaranya 131.952 jiwa dari miskin ekstrem serta berhasil mengubah status 15.649 orang dari mustahik menjadi muzaki,” ungkap Saidah.
Capaian tersebut menjadi salah satu pijakan Baznas dalam memperkuat program pemberdayaan pada periode berikutnya. Pengelolaan dana ZIS diarahkan tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan penerima manfaat, tetapi juga mendorong peningkatan kemandirian ekonomi hingga memungkinkan mustahik bertransformasi menjadi muzaki. Melalui evaluasi dan konsolidasi tersebut, Baznas RI mendorong seluruh jajaran di tingkat pusat dan daerah untuk memperkuat tata kelola, meningkatkan efektivitas pengumpulan serta pendistribusian ZIS, dan menghadirkan inovasi yang mampu memperluas manfaat zakat bagi masyarakat. (E-3)
