6 Tanda Jantung Berdebar akibat Kafein yang Perlu Diwaspadai
6 tanda sensitivitas kafein.(Dok. Magnific)

BAGI banyak orang, secangkir kopi adalah asupan wajib untuk memulai hari. Namun, tidak sedikit yang justru merasakan jantung berdebar kencang atau palpitasi setelah mengonsumsinya akibat sensitivitas terhadap kafein.

British Heart Foundation (BHF) menyatakan bahwa konsumsi hingga 400 miligram kafein per hari umumnya aman bagi orang dewasa. Meski demikian, Cleveland Clinic menekankan bahwa tingkat toleransi setiap individu berbeda-beda. Berikut adalah 6 tanda jantung berdebar akibat kopi yang perlu Anda waspadai:

1. Denyut Jantung Sangat Cepat

Jika jantung terasa berpacu lebih cepat dari biasanya sesaat setelah meminum kopi, ini merupakan indikasi utama tubuh Anda sensitif terhadap stimulan kafein. Cleveland Clinic mengategorikan denyut jantung cepat sebagai gejala umum reaksi kafein berlebih.

2. Sensasi Jantung Menghentak (Palpitasi)

Palpitasi ditandai dengan sensasi jantung yang berdegup keras atau terasa seperti menghentak di dada. Menurut BHF, kondisi ini sering muncul jika seseorang mengonsumsi kafein dalam jumlah yang melampaui batas toleransi tubuhnya.

3. Napas Cepat dan Dangkal

Efek stimulan kafein tidak hanya memengaruhi ritme jantung, tetapi juga sistem pernapasan. Napas yang menjadi pendek, cepat, dan dangkal sering kali menyertai kondisi jantung yang berdebar kencang.

4. Peningkatan Tekanan Darah

Kafein dapat memicu lonjakan tekanan darah sementara, terutama bagi mereka yang jarang mengonsumsi kopi. Meski bersifat temporer, peningkatan ini perlu diwaspadai jika terjadi secara berulang dan menimbulkan rasa tidak nyaman.

5. Gelisah dan Tubuh Gemetar

Respons kuat terhadap kafein sering kali dibarengi dengan rasa cemas, gelisah, hingga tubuh yang gemetar (jitters). Jika jantung berdebar diikuti gejala ini, itu adalah sinyal bahwa sistem saraf Anda sedang terstimulasi secara berlebihan.

6. Gejala Terjadi Berulang

Apabila keluhan jantung berdebar selalu muncul setiap kali Anda mengonsumsi minuman berkafein, hal ini patut diperhatikan. Cleveland Clinic menyarankan untuk mengurangi asupan kafein secara bertahap guna melihat apakah gejala tersebut mereda.

Meskipun jantung berdebar setelah minum kopi tidak selalu menandakan penyakit jantung serius, Anda disarankan untuk beralih ke minuman tanpa kafein (decaf) jika gejala terasa mengganggu. Segera konsultasikan dengan tenaga kesehatan jika keluhan tetap berlanjut meskipun konsumsi kopi sudah dikurangi. (British Heart Foundation/Cleveland Clinic/Z-10)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *