
ANGGAPAN bahwa anak yang terlihat gemuk berarti lebih sehat masih sering ditemui di masyarakat. Pipi tembam dan tubuh berisi bahkan kerap dianggap sebagai tanda anak tumbuh dengan baik.
Padahal, dokter mengingatkan bahwa berat badan berlebih pada anak bukan sekadar persoalan penampilan, melainkan dapat meningkatkan risiko berbagai masalah kesehatan sejak usia dini.
Mayo Clinic menyebut obesitas pada masa kanak-kanak dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, gangguan tidur, hingga masalah pada hati.
Kondisi tersebut juga dapat berdampak pada kesehatan mental anak, termasuk meningkatkan risiko rendah diri, depresi, kecemasan, serta perundungan.
Anak Gemuk Belum Tentu Sehat
Orangtua sebaiknya tidak menilai kesehatan anak hanya dari bentuk tubuh atau angka timbangan karena setiap anak memiliki pola pertumbuhan yang berbeda.
Untuk mengetahui apakah berat badan anak berada dalam rentang sehat, tenaga kesehatan dapat menggunakan BMI berdasarkan usia dan jenis kelamin serta melihat kurva pertumbuhan, sambil mempertimbangkan perkembangan, pola makan, aktivitas fisik, tidur, riwayat keluarga, dan kondisi kesehatan lainnya.
Dengan demikian, fokus utama bukan membuat anak sekurus mungkin, melainkan memastikan pertumbuhan dan perkembangannya berlangsung sehat.
Berat Badan Berlebih Bisa Bawa Masalah
Mayo Clinic mencatat bahwa obesitas pada anak dapat meningkatkan risiko diabetes tipe 2, tekanan darah dan kolesterol tinggi, nyeri sendi, serta gangguan pernapasan seperti obstructive sleep apnea. Kondisi ini juga berpotensi berlanjut hingga dewasa.
NHS menyebut anak yang kelebihan berat badan lebih mungkin mengalaminya saat dewasa dan menghadapi risiko penyakit jangka panjang, termasuk diabetes tipe 2.
Karena itu, orangtua sebaiknya tidak menganggap berat badan berlebih akan selalu hilang dengan sendirinya seiring pertumbuhan anak.
Jangan Sampai Anak Malah Tertekan
Perhatian terhadap berat badan anak perlu dilakukan dengan cara yang tepat karena terlalu sering mengomentari tubuh, menyebut anak gemuk, atau memaksanya menjalani diet ketat dapat merusak citra tubuh dan mendorong pola makan tidak sehat.
Mayo Clinic menyarankan orangtua membangun kebiasaan sehat bersama seluruh keluarga, seperti menerapkan pola makan seimbang dan rutin beraktivitas fisik, tanpa menjadikan satu anak sebagai target atau membuatnya merasa dihukum karena bentuk tubuhnya.
Fokus pada Sehat, Bukan Sekadar Gemuk atau Kurus
National Health Service (NHS) menyarankan orangtua memantau pola pertumbuhan anak dari waktu ke waktu karena perubahan berat dan tinggi badan merupakan bagian dari proses tumbuh kembang, sehingga satu kali pengukuran belum tentu menggambarkan kondisi sebenarnya.
Jika ada kekhawatiran, konsultasi dengan tenaga kesehatan dapat membantu menentukan langkah yang tepat.
Anak juga tidak perlu dibuat gemuk agar terlihat sehat atau dipaksa kurus demi penampilan, yang terpenting adalah memastikan asupan bergizi, aktivitas fisik cukup, tidur berkualitas, pertumbuhan sesuai usia, serta hubungan yang sehat dengan makanan dan tubuh tanpa menjadikan angka timbangan sebagai satu-satunya ukuran kesehatan. (Elisa Rosalind/E-4)
