
PESAWAT tempur dan artileri penjajah Israel melancarkan serangkaian serangan terhadap sejumlah permukiman di Libanon selatan, Senin (17/8), menurut sumber lapangan militer Libanon kepada RIA Novosti.
“Pesawat penjajah Israel menyerang permukiman Al-Mansouri beberapa kali, sementara artileri menembaki desa Zawtar El Charqiyeh dan wilayah lain di bagian selatan negara itu,” kata sumber tersebut.
Sebuah pesawat nirawak penjajah Israel juga menjatuhkan bahan peledak di kawasan Ed-Dabsha, di pinggiran desa Nabatiyeh El Faouqa. Desa Aitaroun turut menjadi sasaran tembakan artileri dan senapan mesin penjajah Israel.
Sebuah peluru artileri menghantam gedung pemerintah desa Bani Haiyyan. Sementara itu, sebuah pesawat nirawak penjajah Israel jatuh di sekitar permukiman Zibqin, menurut sumber tersebut. Pada Senin, Pasukan Interim Perserikatan Bangsa-Bangsa di Lbanon (UNIFIL) melaporkan peningkatan aktivitas militer penjajah Israel di Libanon selatan.
Menurut misi tersebut, selama 5-16 Agustus, pasukan penjaga perdamaian mencatat rata-rata 137 amunisi ditembakkan setiap hari. Jumlahnya mencapai 208 pada Sabtu dan 185 pada Minggu.
Libanon dan penjajah Israel menandatangani kesepakatan kerangka kerja di Washington pada 26 Juni yang mencakup gencatan senjata penuh dan pengembalian kendali wilayah selatan kepada tentara Libanon, dengan syarat pelucutan senjata Hizbullah. Perundingan mengenai mekanisme pelaksanaan kesepakatan tersebut berlanjut di Roma pada 6-7 Agustus.
Namun, serangan penjajah Israel terhadap Libanon masih berlangsung hampir setiap hari. Penjajah Israel juga mempertahankan kehadiran militer di wilayah selatan, yang menyebabkan sebagian besar penduduk setempat terpaksa mengungsi. (Ant/P-3)
