
PEMERINTAH memastikan seluruh kebutuhan dasar masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) akan dipenuhi. Tak hanya memastikan ketersediaan stok, penyaluran logistik juga terus dipacu agar bantuan langsung tiba di titik-titik lokasi bencana.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menyampaikan bahwa respons cepat ini menjadi prioritas utama pemerintah dalam penanganan pascabencana di lapangan.
“Pemerintah terus bergerak memastikan kebutuhan masyarakat terdampak terpenuhi dan bantuan tiba hingga ke lokasi,” tegas Teddy dalam keterangan tertulisnya, Senin (17/8).
Menurut Teddy, berbagai kebutuhan dasar telah disiapkan dalam pengiriman tersebut. Bantuan yang diberikan mencakup makanan siap santap, air minum, bahan kebutuhan pokok, obat-obatan, perlengkapan medis, tenda, serta pasokan air bersih. Seluruh bantuan kemudian disalurkan langsung ke daerah-daerah yang terdampak.
“Seluruh bantuan selanjutnya didistribusikan melalui jalur darat, pesawat, dan helikopter ke sejumlah wilayah terdampak, meliputi Labuan Bajo, Maumere, Manggarai, Manggarai Barat, Manggarai Timur, Sikka, Ende, dan Nagekeo,” tulis Seskab.
Pada hari kedua penanganan bencana, Minggu (16/8), pemerintah menyalurkan tambahan 25 ton logistik. Dengan penambahan tersebut, total bantuan yang telah berhasil dikirimkan dan sampai ke lokasi mencapai 52 ton.
“Pada hari ini, Minggu, 16 Agustus 2026, di hari kedua penanganan bencana, tambahan 25 ton logistik telah tiba. Dengan demikian, total 52 ton logistik telah dikirimkan untuk membantu masyarakat terdampak,” jelas Seskab.
Teddy juga menjelaskan bahwa sejak bencana terjadi, sejumlah pejabat terkait telah diterjunkan ke berbagai wilayah terdampak. Kehadiran mereka ditujukan untuk mengoordinasikan sekaligus mengawasi penanganan pascabencana secara langsung di lapangan.
(P-4)
