
BANYAK orang menganggap ube hanyalah sebutan bahasa Inggris untuk ubi ungu. Padahal, keduanya merupakan jenis tanaman yang berbeda dengan karakteristik rasa dan tekstur yang unik, meski sama-sama memiliki warna ungu yang memikat.
Secara botani, ube termasuk dalam keluarga yam atau ubi keladi dengan nama ilmiah Dioscorea alata. Tanaman ini sangat identik dengan kuliner Filipina. Sementara itu, ubi ungu yang umum ditemukan di Indonesia adalah jenis sweet potato atau ubi jalar dengan nama ilmiah Ipomoea batatas.
Perbedaan paling mencolok terletak pada profil rasanya. Ube memiliki rasa yang lebih creamy, lembut, dengan sentuhan aroma kacang (nutty) dan sedikit aroma vanila. Sebaliknya, ubi ungu memiliki rasa manis alami yang khas ubi jalar dengan aroma yang lebih dominan layaknya umbi-umbian pada umumnya.
Dari segi tekstur, ube cenderung lebih padat dan akan menjadi sangat creamy setelah diolah, sehingga sering dijadikan bahan utama es krim, ube halaya, hingga latte. Ubi ungu memiliki tekstur yang lebih empuk, agak berserat, atau bertepung, yang membuatnya sangat cocok untuk dijadikan kolak, keripik, atau bolu kukus.
| Aspek | Ube (Dioscorea alata) | Ubi Ungu (Ipomoea batatas) |
|---|---|---|
| Warna | Ungu terang hingga lavender | Ungu tua hingga kehitaman |
| Aroma | Harum khas vanila/nutty | Dominan aroma ubi jalar |
| Penggunaan | Dessert modern, es krim | Jajanan pasar, kolak, gorengan |
Penting untuk memahami perbedaan ini sebelum memasak. Sebagai contoh, es krim ube yang autentik memerlukan Dioscorea alata untuk mendapatkan aroma khasnya. Jika diganti dengan ubi ungu biasa, meskipun warnanya serupa, hasil akhirnya akan memiliki perbedaan rasa dan aroma yang signifikan.
