
AKPRIND University terus memperkuat komitmennya dalam mendukung pembangunan desa melalui penerapan inovasi teknologi yang berorientasi pada ekonomi hijau. Melalui Program Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) bertajuk “Penguatan Pemberdayaan Masyarakat Desa Sumberadi, Sleman melalui Teknologi Tepat Guna dan Teknologi Informasi Berbasis Ekonomi Hijau”, tim dosen AKPRIND University menghadirkan berbagai inovasi untuk mendukung pengelolaan sampah, pengembangan peternakan, serta penguatan tata kelola masyarakat berbasis teknologi informasi.
Program ini diketuai oleh Dr. Syaftyudin, S.T., M.T., dengan anggota tim Muhammad Sholeh, S.T., M.T., Mukasi Wahyu Kurniawati, S.T., M.Eng. dan Endang Widayati, S.P., M.M.A. Kegiatan dilaksanakan bekerja sama dengan Pemerintah Desa Sumberadi dan kelompok-kelompok masyarakat sebagai upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan teknologi tepat guna yang ramah lingkungan.
Ketua Pelaksana, Dr. Syafryudin,ST,MT, menjelaskan bahwa konsep ekonomi hijau yang diusung dalam program ini tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan masyarakat, tetapi juga pada pengelolaan sumber daya secara berkelanjutan.
“Desa memiliki potensi yang sangat besar untuk berkembang melalui pemanfaatan teknologi. Karena itu kami menghadirkan berbagai inovasi yang dapat langsung dimanfaatkan masyarakat, mulai dari pengelolaan sampah, pengembangan peternakan, hingga digitalisasi manajemen kelompok. Harapannya, teknologi ini mampu meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan,” terangnya.
Menurut Syafryudin, salah satu fokus kegiatan adalah pengelolaan sampah berbasis ekonomi sirkular. Tim memperkenalkan alat press plastik dan karton untuk meningkatkan nilai jual sampah anorganik serta mesin pemilah sampah yang membantu masyarakat memisahkan sampah berdasarkan jenisnya sehingga proses daur ulang menjadi lebih efektif. Selain itu, masyarakat juga mendapatkan pelatihan budidaya maggot (Black Soldier Fly/BSF) sebagai solusi pengolahan sampah organik. Larva maggot mampu mengurai limbah organik dengan cepat, sekaligus menghasilkan produk bernilai ekonomi berupa pakan ternak berprotein tinggi dan residu yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik.
“Kami ingin membangun sistem pengelolaan sampah yang tidak berhenti pada proses pengumpulan, tetapi mampu menghasilkan nilai ekonomi. Dengan alat press, mesin pemilah, dan budidaya maggot, sampah dapat diolah menjadi sumber pendapatan baru bagi masyarakat sekaligus mengurangi beban lingkungan,” paparnya.
Program ini kata Syafryudin, juga memberikan perhatian pada sektor peternakan melalui penyediaan mesin perajang rumput untuk mempercepat penyediaan pakan ternak serta mesin KOHE (kotoran hewan) yang digunakan untuk mengolah limbah peternakan menjadi pupuk organik. Teknologi tersebut diharapkan mampu meningkatkan efisiensi usaha peternakan sekaligus mendukung pertanian yang lebih ramah lingkungan.
Anggota tim, Muhammad Sholeh, S.T., M.T., menjabarkan, bahwa penerapan teknologi tepat guna harus disertai dengan penguatan sistem pengelolaan kelompok. Selain memperkenalkan berbagai peralatan, tim juga mengembangkan sistem manajemen berbasis teknologi informasi. Sistem ini membantu masyarakat melakukan pencatatan administrasi, pengelolaan data kelompok, inventaris peralatan, hingga dokumentasi hasil produksi secara lebih tertib dan transparan.
Sholeh menyebut, pemanfaatan teknologi informasi juga membuka peluang yang lebih luas bagi masyarakat untuk mempromosikan produk, membangun jejaring pemasaran, serta meningkatkan daya saing usaha desa.
Sementara itu, Mukasi Wahyu Kurniawati, S.T., M.Eng.. menegaskan bahwa keberhasilan program tidak hanya bergantung pada kecanggihan teknologi, tetapi juga pada kesiapan masyarakat dalam mengoperasikan dan mengembangkannya.
“Kami menggunakan metode pendampingan secara langsung. Masyarakat dilibatkan mulai dari proses pelatihan, praktik penggunaan alat, hingga evaluasi. Dengan cara ini, teknologi yang diberikan tidak hanya menjadi bantuan sesaat, tetapi benar-benar menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari,” ucapnya.
Selama pelaksanaan kegiatan, peserta mengikuti pelatihan penggunaan alat press plastik dan karton, praktik pengoperasian mesin pemilah sampah, budidaya maggot, demonstrasi mesin perajang rumput dan mesin KOHE, serta pelatihan penggunaan sistem manajemen berbasis teknologi informasi. Kegiatan berlangsung interaktif dengan diskusi mengenai pengembangan usaha berbasis ekonomi hijau sesuai potensi Desa Sumberadi.
“Program ini sangat bermanfaat bagi masyarakat. Kami memperoleh pengetahuan baru tentang pengelolaan sampah, budidaya maggot, pengolahan pupuk organik, hingga pemanfaatan teknologi informasi dalam pengelolaan kelompok. Teknologi yang diberikan sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan dapat langsung diterapkan,” ungkap Edi poerwanto selaku kepala dusun Jumenegankidul.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Hibah Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026 yang didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Riset, dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia. Syafryudin menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah terhadap pelaksanaan program tersebut.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat atas dukungan melalui Program Hibah Pemberdayaan Desa Binaan Tahun 2026. Program ini menjadi jembatan bagi perguruan tinggi untuk mengimplementasikan hasil riset dan inovasi secara langsung di tengah masyarakat. Kami berharap Desa Sumberadi dapat menjadi contoh desa yang mampu mengembangkan ekonomi hijau melalui pemanfaatan teknologi tepat guna dan teknologi informasi,” sambungnya.
Melalui kegiatan ini, AKPRIND University kembali menegaskan perannya sebagai perguruan tinggi yang berkontribusi nyata dalam pembangunan masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat diharapkan mampu mewujudkan Desa Sumberadi sebagai desa yang mandiri, produktif, berdaya saing, dan berwawasan lingkungan melalui penerapan teknologi tepat guna dan teknologi informasi berbasis ekonomi hijau. (H-2)
