
INTEGRASI ekonomi ASEAN terus dibangun. Sektor swasta juga memiliki peran untuk membuat konektivitas kawasan terasa dalam aktivitas sehari-hari masyarakat. Salah satunya melalui layanan finansial yang memudahkan mobilitas dan transaksi lintas negara.
Salah satu yang mengambil posisi tersebut ialah UOB Indonesia dengan meluncurkan kembali portofolio kartu Visa Infinite. Peluncuran secara serentak di sejumlah negara ASEAN yang mencakup Singapura, Indonesia, Malaysia, Thailand, dan Vietnam, dengan peningkatan manfaat kartu premium.
Di Indonesia, UOB menjadi bank pertama menghadirkan peningkatan portofolio kartu premium. Peningkatan tersebut memberikan akses terhadap berbagai manfaat perjalanan, kuliner, dan gaya hidup di tingkat regional maupun global. Nasabah juga dapat menikmati manfaat baru itu secara bertahap tanpa harus langsung mengganti kartu fisik.
Pejabat Sementara Head of Consumer Banking UOB Indonesia Herman Soesetyo mengatakan peningkatan layanan tersebut disiapkan mengikuti perubahan pola mobilitas nasabah yang semakin sering bepergian ke berbagai negara. UOB menempatkan pengembangan layanan regional sebagai bagian dari upaya menjawab kebutuhan nasabah yang semakin terhubung dengan berbagai negara ASEAN.
Berkat manfaat yang dapat digunakan lintas kawasan, sektor perbankan ikut membentuk konektivitas people–to–people yang menjadi salah satu fondasi penting integrasi ASEAN. Menurut Herman, berbagai manfaat baru pada inovasi terbaru itu diharapkan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
“Kami terus mengembangkan produk dan layanan untuk menjawab kebutuhan serta aspirasi nasabah yang terus berkembang. Seiring meningkatnya frekuensi perjalanan nasabah kami bepergian ke berbagai negara di ASEAN maupun destinasi internasional lainnya, mereka membutuhkan solusi perbankan yang selaras dengan cara mereka hidup, bepergian, dan bertransaksi,” kata Herman melalui keterangannya, Kamis (13/8).
Berdasarkan data The Wealth Report 2026 yang diterbitkan Knight Frank, jumlah individu dengan kekayaan sangat tinggi atau ultra–high–net–worth individuals (UHNWI) di Indonesia diproyeksikan tumbuh 82% hingga 2031.
Proyeksi itu menempatkan Indonesia sebagai salah satu pasar wealth dengan pertumbuhan tercepat di dunia. Bagi ASEAN, perkembangan tersebut memiliki arti lebih luas. Pasalnya, peningkatan perjalanan dan transaksi lintas negara menunjukkan semakin eratnya hubungan ekonomi masyarakat di kawasan. Ketika layanan finansial mampu mengikuti mobilitas tersebut, batas negara menjadi lebih sederhana dalam praktik transaksi sehari-hari.
Kehadiran layanan yang relatif seragam di sejumlah negara ASEAN memperlihatkan bagaimana sektor keuangan dapat menjadi bagian dari konektivitas masyarakat kawasan. Mobilitas seseorang dari satu negara ASEAN ke negara lain tidak lagi hanya berkaitan dengan transportasi dan pariwisata, tetapi juga kebutuhan untuk melakukan pembayaran, mengakses layanan, dan menikmati fasilitas dengan pengalaman yang lebih terintegrasi.
Dalam konteks tersebut, perbankan dapat berperan sebagai salah satu penghubung aktivitas ekonomi masyarakat ASEAN. UOB saat ini menjadi penerbit kartu Visa terbesar di ASEAN dengan lebih dari 8,5 juta nasabah di kawasan.
Bersama Visa, UOB juga menjadi penerbit Visa pertama di ASEAN yang melakukan peningkatan portofolio kartu premium secara serentak di sejumlah negara. Langkah tersebut berlangsung ketika aktivitas ekonomi segmen affluent di ASEAN terus berkembang.
Tren serupa terlihat di Indonesia. Transaksi kartu kredit pada kategori perjalanan, kuliner, perhotelan, dan gaya hidup tumbuh 10% sepanjang tahun lalu. Pertumbuhan tersebut terutama didorong meningkatnya perjalanan masyarakat Indonesia ke luar negeri. (E-4)
