Waspada! Kurang Tidur Bisa Hambat Pertumbuhan Tinggi Badan Anak
Kurang tidur pada anak dapat menghambat hormon pertumbuhan (GH).(Dok. Magnific)

TIDUR bukan sekadar waktu istirahat bagi anak, melainkan fase krusial bagi pemulihan tubuh dan perkembangan fisik. Kebiasaan tidur yang buruk atau durasi yang terlalu singkat diketahui dapat memengaruhi proses pertumbuhan anak secara signifikan.

Salah satu faktor utama yang menghubungkan tidur dengan pertumbuhan adalah aktivitas hormon pertumbuhan atau growth hormone (GH). Pelepasan hormon ini berkaitan erat dengan fase tidur dalam, khususnya slow-wave sleep. Meski demikian, tinggi badan anak tidak hanya ditentukan oleh tidur, tetapi juga dipengaruhi faktor genetik, nutrisi, kondisi kesehatan, dan lingkungan.

Pentingnya Kualitas Tidur

Penelitian tahun 2025 yang melibatkan 2.527 anak menunjukkan adanya korelasi antara berkurangnya fase slow-wave sleep dengan risiko perawakan pendek.

Anak-anak dengan proporsi tidur dalam terendah memiliki peluang lebih tinggi mengalami hambatan pertumbuhan dibandingkan mereka yang memiliki kualitas tidur baik. Temuan ini menekankan bahwa orang tua tidak hanya perlu memperhatikan durasi, tetapi juga kualitas tidur dan potensi gangguan tidur pada anak.

Walaupun begitu, para ahli mencatat bahwa bukti mengenai kurang tidur sebagai penyebab tunggal terhambatnya tinggi badan masih terbatas. Kurang tidur sebaiknya dipandang sebagai salah satu faktor risiko kesehatan yang perlu dimitigasi, bukan satu-satunya penentu perkembangan fisik anak.

Rekomendasi Durasi Tidur Sesuai Usia

Berdasarkan data yang dihimpun dari National Institutes of Health (NIH), berikut adalah panduan durasi tidur harian yang dianjurkan untuk mendukung kesehatan fisik dan mental anak:

  • Bayi (4-12 bulan): 12-16 jam (termasuk tidur siang).
  • Anak (1-2 tahun): 11-14 jam.
  • Anak (3-5 tahun): 10-13 jam.
  • Anak (6-12 tahun): 9-12 jam.
  • Remaja (13-18 tahun): 8-10 jam secara teratur.

Tips bagi Orang Tua

Untuk menjaga pola tidur yang sehat, orang tua disarankan membuat jadwal tidur dan bangun yang konsisten. Selain itu, batasi penggunaan perangkat elektronik menjelang waktu tidur agar anak tidak terlalu terstimulasi.

Segera konsultasikan dengan dokter jika anak menunjukkan gejala gangguan tidur seperti mendengkur keras, sering terbangun di malam hari, atau jika pola pertumbuhannya terlihat melambat secara drastis. Menjaga kualitas tidur harus dilakukan beriringan dengan pemenuhan nutrisi seimbang dan aktivitas fisik rutin. (National Institutes of Health (NIH)/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *