RUCI Art Wall Kembali Setelah 8 Tahun: Hadirkan 21 Seniman Terpilih dari Lebih dari 300 Proposal
RUCI Art Wall Vol. 2(MI/HO)

SETELAH delapan tahun dinanti, RUCI Art Space kembali menghadirkan program unggulannya, RUCI Art Wall (RAW) Vol. 2. Pameran kelompok ini menjadi panggung bagi 21 seniman terpilih yang berhasil menyisihkan lebih dari 300 proposal melalui proses open submission yang ketat.

Program RAW pertama kali diperkenalkan pada November 2018 dengan misi sederhana namun krusial: menyediakan ruang bagi seniman yang sedang membangun praktiknya untuk memperkenalkan karya kepada publik. Melalui platform ini, para seniman diajak mengalami langsung ekosistem galeri seni rupa profesional sebagai titik awal perjalanan karier mereka.

Antusiasme yang luar biasa, dengan masuknya ratusan proposal, menjadi catatan penting bagi RUCI Art Space. Hal ini menunjukkan bahwa di tengah menjamurnya galeri di Indonesia, kebutuhan akan ruang pamer bagi generasi baru seniman masih sangat tinggi. Seleksi dilakukan berdasarkan kekuatan visual, kedalaman gagasan, serta konteks kekaryaan masing-masing peserta.

“RAW Vol. 2 mempertemukan dua bentuk ‘kemudaan’: mereka yang masih muda secara usia, dan mereka yang mungkin telah lama berkarya namun baru memulai perjalanan berpamerannya. Yang kami lihat bukan sekadar perbedaan medium atau pendekatan visual, tetapi keberanian untuk mengangkat pengalaman yang paling dekat dengan diri mereka sendiri,” ujar Rio Pasaribu, Gallery Director dan Co-Founder RUCI Art Space.

Eksplorasi Personal: Dari Jazz hingga Memori Objek

Karya-karya dalam RAW Vol. 2 menawarkan spektrum narasi yang luas, mulai dari pengalaman personal hingga kegelisahan sosial. Salah satu sorotan datang dari Elfa Zulham. Dikenal sebagai pemain drum jazz profesional (Tomorrow People Ensemble dan Batavia Collective), Zulham kini mengekspresikan kecintaannya pada musik melalui lukisan.

Ia menghadirkan figur legendaris seperti Billie Holiday dan Miles Davis dalam komposisi unik, mengenakan jersey basket di atas lembaran partitur musik asli mereka. Karya ini menjadi penghormatan personal atas persilangan kultur populer dan perjalanan musikalnya.

Pendekatan berbeda diambil oleh Rosa Guerinoni, lulusan classical sculpture dari Academy of Fine Arts, Florence. Rosa menggunakan kayu reklamasi dari rumah-rumah tua sebagai medium lukisnya.

“Setiap panel membawa jejak kehidupan sebelumnya. Lapisan cat, goresan, dan bekas perjalanan waktu menjadi bagian dari karya itu sendiri,” ungkap Rosa.

Sementara itu, Labaika Adkha Maharani menghadirkan patung resin bertajuk Belajar dari Yang Kecil. Melalui gestur figur yang menawarkan sesuatu yang tak terlihat, Labaika mengajak penonton merenungkan kembali pengalaman-pengalaman sederhana yang sering terlupakan saat manusia beranjak dewasa.

Informasi Pameran









Detail Pameran Keterangan
Nama Pameran RUCI Art Wall (RAW) Vol. 2
Lokasi RUCI Art Space, Jakarta
Periode 9 Agustus – 27 September 2026
Jumlah Seniman 21 Seniman
Metode Seleksi Open Submission (300+ Proposal)

Daftar 21 Seniman Berpartisipasi

RAW Vol. 2 tidak mengusung satu narasi tunggal, melainkan merayakan keberagaman perspektif. Berikut adalah para seniman yang terlibat:

Alfan Manthovani, Anady Aria, Anzi Matta, Bismar Siagian, Elfa Zulham, Jerojerrr, Fitra Rahardjo, Gusti Kade, Iqbal Dwi Priatna, Jaz Abraham Pratama, Labaika Adkha Maharani, Lowpop, M. Rizky Aditya, Raymond Gandayuwana, R. Dewa, Rosa Guerinoni, MivetBoi, Shavira Mada, Suwandi Waeng, Svkmatra, dan Trio Muharam.

Neysa Soediro, Marketing Director RUCI Art Space, berharap inisiatif ini dapat memicu galeri lain untuk membuka program serupa.

“Jumlah proposal yang kami terima menunjukkan begitu banyak seniman memiliki gagasan yang ingin disampaikan, tetapi belum tentu memiliki ruang. Kami berharap semakin banyak pintu yang tersedia bagi seniman untuk memulai,” pungkasnya. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *