
APAKAH jalan kaki termasuk olahraga? Pertanyaan ini mungkin tidak terlintas di pikiran Anda saat sedang berjalan santai di sore hari. Namun, perdebatan mengenai apakah jalan kaki bisa dikategorikan sebagai workout atau sekadar aktivitas fisik biasa tengah menjadi perbincangan hangat di kalangan pegiat kebugaran.
Di platform X, perdebatan ini memicu berbagai opini. Influencer Max Lugavere menyebut jalan kaki adalah bentuk olahraga ‘sepuluh dari sepuluh’ untuk kesehatan umum. Sebaliknya, run-fluencer Brady Holmer berpendapat bahwa meski bermanfaat, jalan kaki sering kali dinilai berlebihan (overrated).
Bahkan pakar kesehatan Andrew Huberman turut berkomentar bahwa jalan kaki ialah hal yang perlu tetapi tidak cukup. Ia menambahkan bahwa 7.000 langkah sehari belum tentu bisa dianggap sebagai olahraga harian yang memadai.
Ebenezer Samuel, CSCS, Direktur Kebugaran Men’s Health, menjelaskan bahwa jawabannya bergantung pada kondisi fisik seseorang. “Bagi populasi tertentu, jalan kaki bisa menjadi latihan. Bagi yang lain, tidak. Semua tergantung pada posisi Anda dalam perjalanan kebugaran,” ujarnya.
Apa yang Membedakan Aktivitas Fisik dan Olahraga?
Untuk memahami hal ini, kita harus membedakan antara aktivitas dan olahraga. Aktivitas adalah gerakan apa pun yang kita lakukan, sementara olahraga adalah aktivitas yang memberikan beban pada sistem tubuh untuk menciptakan adaptasi, seperti pertumbuhan otot, kekuatan, atau peningkatan aerobik.
Berikut pandangan dari empat pakar kebugaran mengenai kapan jalan kaki dianggap sebagai olahraga:
1. Domenic Angelino: Fokus pada Niat dan Struktur
Domenic Angelino, MS, MPH, CSCS, ilmuwan olahraga di FitCraft, menyatakan bahwa jalan kaki bisa menjadi tulang punggung rejimen kebugaran jika dilakukan dengan benar. Faktor pembedanya yaitu apakah kegiatan tersebut dilakukan secara sengaja dan terstruktur.
Menurutnya, salah satu tujuan utama jalan kaki adalah membantu jantung memompa darah lebih baik (meningkatkan stroke volume). “Ledakan singkat aktivitas intensitas rendah dapat mengurangi risiko kematian dan penyakit jantung,” jelasnya.
2. Pat Davidson: Pentingnya Intensitas dan Progresi
Fisiolog olahraga Dr. Pat Davidson menekankan bahwa semua olahraga adalah gerakan, tetapi tidak semua gerakan adalah olahraga. Gerakan disebut olahraga jika direncanakan, disengaja, diprogram, bertujuan untuk ditingkatkan (progresi), dan memiliki target waktu tertentu.
Bagi individu yang sudah sangat bugar, jalan kaki santai mungkin hanya mencapai Zona 1 (50-60% detak jantung maksimal), yang bahkan tidak cukup untuk pemanasan. Namun, ia tetap menyarankan semua orang untuk berjalan kaki setidaknya 8.000 langkah sehari karena korelasi statistiknya yang kuat dengan penurunan risiko kematian dan penyakit.
3. Mario Mejia: Adaptasi Berdasarkan Tingkat Kebugaran
Mario Mejia, PT, DPT, terapis fisik di Next Play Physical Therapy & Performance, berpendapat bahwa jalan kaki menjadi olahraga saat dilakukan dengan rencana intensitas yang bervariasi. Bagi orang dengan tingkat kebugaran rendah atau mereka yang sedang pulih dari cedera, jalan kaki adalah rekomendasi kardio yang sangat bermanfaat.
Ia juga menyoroti manfaat besar bagi lansia. Jalan kaki membantu meningkatkan keseimbangan dan memenuhi kebutuhan aerobik tanpa memberikan kejutan berlebih pada sistem tubuh, sekaligus menurunkan risiko penyakit jantung yang merupakan penyebab kematian utama.
4. Kyle Sanchez: Kuncinya Ada pada Intensitas
Kyle Sanchez, PT, DPT, CSCS dari Bespoke Physical Therapy, menyatakan bahwa intensitas adalah pemisah utama. Ia menyarankan metode seperti tantangan 6-6-6 atau metode 12-3-30 (pada treadmill) untuk memberikan adaptasi baru pada otot.
“Jika Anda memiliki tujuan tertentu dan bekerja pada intensitas yang tepat, itulah perbedaan antara berjalan pulang dari toko kelontong dengan berjalan sebagai aktivitas fisik terencana,” kata Sanchez. Ia menekankan bahwa olahraga harus bermakna bagi semua orang, mulai dari binaragawan hingga lansia yang ingin menjaga mobilitasnya.
Kesimpulan: Jalan kaki bisa dianggap sebagai olahraga jika dilakukan secara sengaja, terstruktur, dan memberikan tantangan bagi sistem kardiovaskular Anda. Bagi pemula, ini langkah awal yang sempurna. Bagi atlet, jalan kaki berfungsi sebagai aktivitas pendukung kesehatan yang esensial. (Men’s Health/I-2)
