
MEMPERKENALKAN cita rasa autentik Indonesia ke pasar internasional membutuhkan lebih dari sekadar keahlian memasak. Dibutuhkan keberanian membangun usaha di negeri orang serta dukungan mitra yang mampu mengiringi pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan.
Semangat tersebut tercermin dalam perjalanan Suprapti, pemilik Waroeng Padang Lapek di Den Haag, Belanda. Berbekal kecintaan terhadap kuliner Minangkabau, Suprapti mengembangkan usahanya menjadi salah satu restoran Indonesia yang dikenal luas oleh masyarakat setempat maupun diaspora Indonesia.
Dalam perjalanan ekspansinya, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI memberikan dukungan pembiayaan untuk memperkuat kapasitas usaha Waroeng Padang Lapek. Dukungan ini menopang pengembangan operasional restoran dan central kitchen di Den Haag, serta pembukaan cabang baru di Amsterdam pada tahun 2026.
Didirikan pada 3 Oktober 2019, Waroeng Padang Lapek yang berlokasi di Schoolstraat 26, Den Haag, konsisten mempertahankan resep asli masakan Padang. Berbagai hidangan seperti rendang, gulai tunjang, paru balado, gulai jengkol, hingga kue lupis dihadirkan untuk menjaga keaslian rasa Nusantara.
“Sejak awal, kami ingin menghadirkan masakan Padang dengan cita rasa yang benar-benar autentik. Sambutan yang kami terima menunjukkan bahwa kuliner Indonesia memiliki tempat tersendiri di hati masyarakat Belanda,” ujar Suprapti.
Seiring meningkatnya permintaan, Waroeng Padang Lapek mengoperasikan central kitchen di Mercuriusweg 70, Den Haag. Fasilitas ini berfungsi sebagai pusat produksi dan distribusi untuk menjaga konsistensi kualitas produk serta meningkatkan efisiensi operasional.
Untuk memperkuat fondasi bisnis tersebut, BNI memberikan fasilitas kredit tambahan pada 2025. Dana tersebut digunakan untuk membeli properti central kitchen yang sebelumnya berstatus sewa, sekaligus mendukung renovasi gerai baru di Amsterdam. Dengan beroperasinya cabang Amsterdam nanti, Waroeng Padang Lapek akan mengelola satu central kitchen dan dua restoran utama.
Direktur Utama BNI, Putrama Wahju Setyawan, mengapresiasi dedikasi Suprapti dalam memperkenalkan budaya bangsa melalui jalur kuliner. Menurutnya, perjalanan Waroeng Padang Lapek adalah bukti besarnya potensi diaspora Indonesia di pasar global.
“Bagi BNI, mendukung diaspora bukan hanya menyediakan akses pembiayaan, tetapi juga menjadi mitra yang membantu pelaku usaha memperkuat kapasitas bisnis dan memperluas jangkauan di pasar internasional,” kata Putrama.
Putrama menambahkan bahwa kolaborasi antara sektor perbankan dan pelaku usaha menciptakan nilai tambah bagi bisnis sekaligus memperkuat eksistensi budaya Indonesia. Hal ini sejalan dengan tema HUT ke-80 BNI, Swadharma Bhakti Nagara, yaitu bank pelat merah ini berkomitmen menjadi mitra pertumbuhan bagi diaspora.
Sebagai bagian dari ekosistem Danantara Indonesia, BNI terus menghadirkan solusi keuangan yang adaptif dan terintegrasi untuk mendukung lebih banyak pelaku usaha Indonesia menembus pasar global dan membawa identitas bangsa ke tingkat dunia.
