
KASUS demam berdarah dengue (DBD) di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat masih terus mengalami peningkatan cukup signifikan terjadi sejak bulan Januari hingga Agustus tercatat 156 warga positif. Peningkatan tersebut, menyebabkan beberapa orang harus sempat mendapat perawatan intensif dan lainnya berangsur sembuh.
Sekretaris Dinas (Sekdis) Kesehatan Kota Tasikmalaya, Suryaningsih, mengatakan kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi selama ini mengalami peningkatan cukup signifikan terutama faktor cuaca dan munculnya nyamuk terjadi malam hari. Peningkatan tersebut, lantaran kesadaran masyarakat masih abai dalam kebersihan lingkungan sekitar rumah.
“Kasus DBD yang terjadi sebagian warga masih menjalani perawatan di rumah sakit dan tidak ada kematian. Namun, kondisi di musim kemarau seharusnya masyarakat harus melakukan gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PSN) agar jentik nyamuk di saluran air dan lainnya tak berkembang biak,” ujar, Suryaningsih, Rabu (12/8/2026).
Menurut Suryaningsih, serangan nyamuk aedes aegypty yang terjadi didominasi anak-anak termasuknya semua umur mulai usia 0-5 tahun tercatat 34 kasus, usia 6-12 tahun 35 kasus, usia 13-18 tahun 24 kasus, usia 19-30 tahun 23 kasus, usia 31-50 tahun 29 kasus, usia 50 tahun 11 kasus.
Peningkatan kasus terjadi bulan Januari tercatat 27 kasus, Februari 10 kasus, Maret 21 kasus, April 24 kasus, Mei 17, Juni 27 Juli 12 kasus, Agustus 18 kasus jumlah laki-laki 88 orang dan perempuan 68 orang.
“Kasus demam berdarah dengue (DBD) di wilayahnya masuki musim kemarau dan kasus ini tersebar di 10 kecamatan. Kami meminta masyarakat selalu waspada, rutin membersihkan lingkungan sekitar rumah, karena masih banyak warga abai dalam menguras air dalam bak mandi,” katanya.
Menurutnya, kasus demam berdarah dengue (DBD) yang terjadi sekarang masih mengalami peningkatan lantaran di setiap rumah masyarakat abai membersihkan lingkungan.
Karena, serangan nyamuk aedes aegypty tidak memandang usia dan selama ini Dinas Kesehatan tetap berupaya melakukan edukasi melalui gerakan satu rumah satu jumantik (G1R1J) dan pemberantasan sarang nyamuk (PSN).
“Kami meminta agar masyarakat supaya selalu rutin menguras bak air, menutup, mengubur (3M), pemberantasan sarang nyamuk serta menjaga pola hidup sehat dan bersih (PHBS). Karena, dikhawatirkan kasus DBD meningkat, mudah-mudahan tahun ini angkatnya menurun dan warga harus selalu waspada membersihkan lingkungan sekitar rumah secara masif,” pungkasnya. (AD)
