Program Pendampingan dan Pemberdayaan Anak di Kali Ciliwung Jangkau 200 Penerima Manfaat
Ilustrasi(Dok RumahADA)

Esther Natalia Kurniawan bersama ADA Digital Production memperkuat dua jalur penerapan dalam ekosistem ADAedu, yakni pengembangan pemasaran bisnis ke konsumen untuk SeaQuill Indonesia dan pendampingan pendidikan komunitas melalui RumahADA. Dalam artikel ini, SeaQuill Indonesia merupakan satu-satunya perusahaan vitamin dan suplemen yang menjadi proyek pemasaran.

Pendampingan SeaQuill Indonesia berlangsung selama kurang lebih satu tahun pada periode 2025 hingga Juli 2026. Esther bekerja sebagai mitra eksternal yang mendukung fungsi manajemen hubungan pelanggan atau CRM secara terintegrasi dengan kebutuhan internal perusahaan, sekaligus memetakan kesenjangan pemasaran yang perlu diperkuat.

Pada jalur sosial, RumahADA mendampingi kelompok anak yang sama di kawasan Kali Ciliwung sejak program diluncurkan pada Oktober 2024 hingga 2026. Peluncuran program melibatkan kolaborasi dan partisipasi Ekumene Christian High School, kemudian berkembang dengan dukungan sekolah serta institusi pendidikan lain yang memiliki semangat serupa.

“Kerangka yang kami bangun selalu dimulai dari konteks dan kebutuhan. Dalam dunia usaha, pendekatan ini membantu perusahaan berkomunikasi dengan konsumennya secara tepat. Di RumahADA, prinsip yang sama membantu kami mengenali potensi anak-anak dan menciptakan ruang tumbuh yang konsisten.” — Esther Natalia Kurniawan

Dua Kerangka dalam Satu Ekosistem

Kerangka pemasaran dan kerangka RumahADA dirancang serta dikembangkan oleh Aurelee B. Tjoeng, M.M., Victoria Amanda, Esther Natalia Kurniawan, dan Tim ADAedu. Meskipun memiliki sasaran berbeda, keduanya menggunakan alur kerja yang sama, yaitu memahami konteks, menetapkan tujuan, menjalankan program secara konsisten, dan mengevaluasi perkembangannya.

Kerangka pemasaran berfokus pada kebutuhan konsumen, manajemen hubungan pelanggan, pengembangan media sosial, komunikasi merek, serta hubungan antara konten dan tujuan bisnis. Pendekatan tersebut diperkuat melalui lokakarya pemasaran bisnis ke konsumen ADAedu x BillySan. Kerangka RumahADA menggunakan metode pendampingan jangka panjang untuk mengembangkan komunikasi, artikulasi, kepercayaan diri, kepemimpinan, penampilan, serta karakter anak.

Fokus proyek perusahaan dalam artikel ini hanya SeaQuill Indonesia, sebuah perusahaan vitamin dan suplemen kesehatan. Pendampingan dimulai dengan pemetaan terhadap posisi merek, kebutuhan konsumen, pola komunikasi, serta kesenjangan pemasaran yang perlu diperkuat.

Dalam kapasitas sebagai mitra eksternal yang mendukung fungsi manajemen hubungan pelanggan internal, Esther mengawasi hubungan antara kebutuhan konsumen, pesan merek, perencanaan konten, dan tujuan pemasaran. Ruang lingkup kerja mencakup pengembangan pilar konten, komunikasi produk, edukasi konsumen, kampanye digital, serta evaluasi respons khalayak.

Penerapan konteks dan konten yang memiliki tujuan membantu SeaQuill Indonesia membangun kehadiran media sosial yang lebih konsisten. Berdasarkan evaluasi pendampingan, penguatan komunikasi digital tersebut turut mendukung visibilitas merek, interaksi konsumen, proses pemasaran, dan penjualan. Data nominal maupun persentase pertumbuhan penjualan tidak dipublikasikan.

Bertumbuh Bersama Anak Kali Ciliwung

Keberhasilan kerangka ADAedu juga diwujudkan melalui RumahADA Bimbingan Sosial Non-Profit dan Financial Delegation Kami Ibu Litta Karlina, program pendidikan dan pemberdayaan masyarakat yang mendampingi anak-anak di kawasan Kali Ciliwung. Program ini diluncurkan pada Oktober 2024 melalui kolaborasi dan partisipasi Ekumene Christian High School.

RumahADA kemudian melanjutkan pendampingan terhadap kelompok anak yang sama selama dua tahun hingga 2026. Kesinambungan menjadi unsur utama program karena perkembangan anak tidak dinilai dari satu kegiatan, melainkan melalui proses yang berlangsung secara bertahap dan berulang.

Melalui diskusi kelompok kecil, anak-anak memperoleh ruang untuk berbicara, menyampaikan gagasan, berlatih artikulasi, menggunakan bahasa Inggris, mempersiapkan penampilan, dan mengembangkan kemampuan kepemimpinan. Pendamping juga mengamati perkembangan keberanian, kerja sama, disiplin, dan karakter setiap peserta.

Salah satu peserta, Naila, menunjukkan perkembangan dalam kemampuan bahasa Inggris, artikulasi, dan kepercayaan diri. Perkembangan serupa terlihat pada peserta lain melalui peningkatan keberanian tampil, kemampuan menyampaikan pendapat, serta kemauan mengambil peran dalam kegiatan kelompok.

Berdasarkan catatan program, rangkaian kegiatan RumahADA menjangkau sekitar 200 penerima manfaat yang mencakup anak-anak, orang tua, dan anggota komunitas serta masyarakat ditempatkan. (H-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *