Peran Strategis Dokter Hewan dalam Konsep One Health dan Keamanan Pangan
Dokter hewan memeriksa kondisi kucing di Mobil Klinik Hewan Keliling di Pondok Bambu, Jakarta, Rabu (15/7/2026).(ANTARA/Fakhri Hermansyah)

ISTILAH dokter hewan sering kali memicu memori visual tentang sosok yang memeriksa kucing sakit, memberikan vaksinasi pada anjing, atau membantu persalinan sapi di kandang. Namun, cakupan profesi ini sesungguhnya jauh melampaui sekadar perawatan hewan peliharaan atau ternak. Dokter hewan memegang peran krusial di balik layar yang berkontribusi langsung terhadap kesehatan manusia, keamanan pangan, hingga keseimbangan ekosistem.

Guru Besar Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, Prof. Srihadi Agungpriyono, menekankan bahwa profesi dokter hewan berada di titik temu antara kesehatan hewan, manusia, dan lingkungan. Hal ini dikenal sebagai konsep One Health atau “Satu Kesehatan”.

“Kita hidup berdampingan dengan hewan, mengonsumsi produk hewani, beraktivitas di lingkungan yang sama, dan bisa saja terpapar penyakit dari hewan. Karena itu, menjaga kesehatan hewan bukan hanya tugas peternak atau pencinta hewan, tetapi juga bagian penting dari menjaga kesehatan masyarakat,” ujar Prof. Srihadi.

Garda Terdepan Keamanan Pangan dan Pengendalian Zoonosis

Di sektor peternakan, peran dokter hewan menjadi sangat strategis dalam menjamin ketersediaan pangan berkualitas. Produk asal hewan seperti daging, susu, dan telur harus melalui pengawasan ketat—mulai dari kesehatan ternak, kebersihan kandang, hingga pemeriksaan produk di rumah potong hewan sebelum sampai ke meja makan konsumen.

Selain memastikan gizi, dokter hewan bertugas mencegah penularan penyakit zoonosis, yakni penyakit yang dapat menular dari hewan ke manusia seperti rabies, antraks, leptospirosis, hingga flu burung. Prof. Srihadi menjelaskan bahwa batas antara kesehatan hewan dan manusia sangatlah tipis.

“Wabah yang berhasil dicegah mungkin tidak jadi berita, tapi justru di situlah letak keberhasilan kesehatan masyarakat. Dokter hewan tidak hanya menunggu hewan sakit di klinik, tetapi turun ke lapangan untuk mendeteksi tanda-awal penyakit,” tambahnya.

Tantangan Resistensi Antimikroba dan Kesejahteraan Hewan

Salah satu tantangan global yang kini menjadi perhatian serius adalah resistensi antimikroba (AMR). Penggunaan antibiotik yang tidak tepat pada hewan dapat menyebabkan kuman menjadi kebal, yang pada akhirnya membahayakan kesehatan manusia. Dokter hewan bertanggung jawab memastikan obat-obatan hewan digunakan secara bijak dan berdasarkan diagnosis yang tepat.

Lebih lanjut, aspek kesejahteraan hewan (animal welfare) juga menjadi fokus utama. Hewan bukan sekadar komoditas ekonomi; mereka memiliki kemampuan untuk merasakan sakit, stres, dan takut. Dokter hewan berperan mengedukasi masyarakat mengenai tanggung jawab dalam memperlakukan hewan, baik dalam konteks peliharaan, peternakan, maupun konservasi satwa liar.

Menjaga Keseimbangan Ekosistem

Di bidang lingkungan, dokter hewan membantu memantau kesehatan satwa liar dan perubahan ekosistem. Perubahan habitat dan iklim yang meningkatkan intensitas pertemuan manusia dengan satwa liar berpotensi memicu munculnya penyakit baru (emerging diseases).

Prof. Srihadi menyayangkan persepsi masyarakat yang umumnya baru mencari dokter hewan saat hewan sudah dalam kondisi sakit. Padahal, inti dari profesi ini adalah pencegahan melalui pemeriksaan rutin, vaksinasi, manajemen pakan, dan edukasi pemilik.

“Memahami dan menghargai peran dokter hewan berarti memperkuat upaya menjaga hewan tetap sehat, pangan lebih aman, penyakit lebih terkendali, dan lingkungan lebih seimbang. Dokter hewan bukan hanya dokter untuk hewan, tetapi juga penjaga penting kesehatan masyarakat,” pungkasnya.

Dengan sinergi antara pemilik hewan, peternak, dan pemerintah, dokter hewan menjadi mitra penting dalam memperkuat ketahanan kesehatan bangsa dan memastikan kehidupan yang lebih harmonis antara manusia, hewan, dan alam. (Z-1)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *