
PEKAN ASI Sedunia yang diperingati setiap 1–7 Agustus menjadi momentum penting bagi para orangtua untuk kembali memahami esensi pemberian nutrisi terbaik bagi buah hati. Selain menekankan pentingnya ASI eksklusif, peringatan ini juga menyoroti transisi krusial saat anak mulai memasuki masa Makanan Pendamping ASI (MPASI).
Dokter Spesialis Anak Konsultan Neonatologi, Dr. dr. Tetty Yuniati, Sp.A(K), M.Kes., menekankan bahwa setelah masa ASI eksklusif selama enam bulan terpenuhi, orang tua wajib memberikan MPASI dengan gizi seimbang. Hal ini disampaikan dalam webinar bertajuk “ASI Bukan Sekadar Nutrisi: Memahami Perjalanan Menyusui Sejak Hari Pertama” pada Jumat (7/8).
“Kalau memang ASI eksklusif kan enam bulan sudah cukup, tapi di atas enam bulan kan dia mulai MPASI. MPASI itu ada banyak contoh cara membuatnya,” ujar dr. Tetty.
Waspada Mitos Anak Gemuk Pasti Sehat
Salah satu tantangan dalam pemberian nutrisi anak adalah persepsi masyarakat yang menganggap anak bertubuh gemuk selalu identik dengan kondisi sehat. Dr. Tetty mengingatkan bahwa obesitas pada anak justru menjadi ancaman serius karena meningkatkan risiko berbagai penyakit tidak menular saat mereka dewasa nanti.
Ia menyarankan agar orangtua memantau pertumbuhan anak secara berkala melalui grafik pertumbuhan untuk memastikan berat badan anak tetap ideal dan sehat, bukan sekadar gemuk karena asupan gula berlebih.
Bahaya Kental Manis dalam MPASI
Konsumsi makanan manis dengan kandungan gula tinggi secara rutin dapat merusak pola asupan nutrisi anak. Salah satu kekeliruan fatal yang masih ditemukan di lapangan adalah penggunaan kental manis sebagai pengganti susu atau bahkan sebagai bahan tambahan dalam MPASI.
Berdasarkan survei terbaru yang dilakukan oleh Universitas Islam Bandung (Unisba), ditemukan data yang cukup mengkhawatirkan terkait pola konsumsi kental manis pada anak di masyarakat:
| Kategori Penggunaan | Persentase Responden |
|---|---|
| Orangtua menjadikan kental manis sebagai bahan MPASI | 1,78% |
| Mulai memberikan kental manis pada anak usia 1–3 tahun | 50,8% |
Menanggapi fenomena ini, dr. Tetty dengan tegas mengingatkan orangtua untuk lebih selektif dalam memilih bahan tambahan untuk MPASI. Ia menyarankan penggunaan susu formula (sufor) yang memang diformulasikan untuk pertumbuhan anak jika diperlukan, daripada menggunakan kental manis yang didominasi oleh kandungan gula.
“Lebih baik menggunakan sufor dibanding kental manis,” tegas dr. Tetty menutup penjelasannya. (Z-1)
