
SEBANYAK 158 titik panas (hotspot) yang diduga indikasi kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terdeteksi di wilayah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung (Babel) pada Minggu (9/8). Kondisi cuaca ekstrem berupa panas terik dan angin kencang memicu kemunculan titik panas hampir di seluruh kabupaten.
Analis Kebencanaan Ahli Muda BPBD Babel, Hardiansyah, mengungkapkan bahwa data tersebut merujuk pada informasi satelit BMKG Pangkalpinang. Menurutnya, tingkat akurasi titik panas berada pada level 7, 8, dan 9, yang menunjukkan indikasi kuat terjadinya kebakaran di lapangan.
“Ini kan musim kemarau, panasnya luar biasa, belum lagi angin. Makanya setiap hari selalu ada titik panas yang diduga karhutla,” ujar Hardiansyah dalam keterangannya, Minggu (9/8).
Berdasarkan rincian data, sebaran 158 titik panas tersebut meliputi Kabupaten Bangka Tengah dengan 49 titik, Bangka Barat 41 titik, Bangka 29 titik, Bangka Selatan 27 titik, Belitung 9 titik, dan Belitung Timur 3 titik. Hardiansyah menyebut hampir seluruh wilayah terkepung titik panas, kecuali Kota Pangkalpinang.
BPBD Babel telah menginstruksikan personel di enam kabupaten tersebut untuk segera melakukan verifikasi lapangan (ground check). Langkah penindakan pemadaman harus segera dilakukan jika ditemukan api agar kebakaran tidak meluas ke area pemukiman atau hutan lindung.
Data BPBD mencatat, sepanjang bulan Juli hingga Agustus 2026, lebih dari 200 hektare lahan di Bangka Belitung telah ludes terbakar. Dari total luasan tersebut, dampak kebakaran hutan dan lahan paling parah dilaporkan terjadi di Kabupaten Belitung Timur.
Pemerintah mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama puncak musim kemarau ini. Warga dilarang keras membuka lahan dengan cara membakar, membuang puntung rokok sembarangan, atau membakar sampah tanpa pengawasan di area terbuka.
“Cuaca seperti sekarang ini, kami imbau warga jangan bakar sampah sembarangan dan jangan buang puntung rokok yang masih menyala,” tegas Hardiansyah. (Z-10)
