Kolaborasi Bangun Ketahanan Pangan Berbasis Warga
Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI bersama BNNK Jakarta Utara menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat(Dok.Istimewa)

SEKOLAH Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan Universitas Indonesia (UI) bersama Badan Narkotika Nasional Kota (BNNK) Jakarta Utara menggelar kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKm) bertema Membangun Sustainable Area Melalui Community Garden Farming dengan Pendekatan Sirkular Ketahanan Pangan dan Waste to Energy di Balai RW 07, Kelurahan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Jumat (7/8).

Kegiatan tersebut bertujuan memperkuat ketahanan masyarakat melalui pemberdayaan berbasis lingkungan, ekonomi sirkular, dan ketahanan pangan lokal. Program ini melibatkan pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta masyarakat sebagai upaya membangun kawasan yang tangguh dan berkelanjutan.

Lurah Tanjung Priok yang membuka kegiatan mengapresiasi kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam menghadirkan solusi atas berbagai persoalan perkotaan, mulai dari pengelolaan sampah, ketahanan pangan hingga peningkatan kualitas lingkungan permukiman.

Ketua Tim Pengabdian kepada Masyarakat sekaligus Ketua Program Studi Magister Ketahanan Nasional Sekolah Pascasarjana Pembangunan Berkelanjutan UI, Palupi Lindiasari Samputra, mengatakan konsep community garden farming tidak hanya berfokus pada aktivitas bercocok tanam, tetapi juga menjadi strategi membangun ketahanan kawasan secara menyeluruh.

“Ketahanan pangan tidak lagi dapat dipandang hanya sebagai persoalan produksi pangan. Ketahanan pangan harus dibangun melalui kolaborasi masyarakat, pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan, serta pemanfaatan sumber daya secara sirkular sehingga mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan,” ujar Palupi.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga mengikuti paparan secara daring dari Lina Rokayah, petani Indonesia yang telah menetap di Jepang selama 25 tahun. Lina membagikan pengalaman mengenai praktik urban farming di Jepang yang memadukan teknologi, kedisiplinan masyarakat, dan pemanfaatan lahan terbatas untuk menciptakan sistem pangan perkotaan yang produktif.

Menurut Lina, keberhasilan pertanian perkotaan tidak hanya ditentukan oleh teknologi, tetapi juga oleh partisipasi aktif masyarakat.

“Urban farming bukan sekadar menanam sayuran. Ini adalah cara membangun kesadaran kolektif bahwa setiap ruang dapat menjadi sumber pangan, ruang edukasi, sekaligus ruang sosial yang memperkuat solidaritas masyarakat,” kata Lina.

PASAR PETANI

Materi lainnya disampaikan Idden Aryasatya yang memperkenalkan konsep sistem pasar petani (farmers market), yakni mekanisme pemasaran yang mempertemukan petani secara langsung dengan konsumen. Model tersebut dinilai mampu mempersingkat rantai distribusi, menciptakan harga yang lebih adil, serta meningkatkan kesejahteraan petani.

Diskusi berlangsung interaktif dengan melibatkan warga, tokoh masyarakat, dan pemangku kepentingan. Selain mempelajari teknik budidaya tanaman perkotaan, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai pemanfaatan limbah organik menjadi energi dan pupuk melalui konsep waste to energy sebagai bagian dari penerapan ekonomi sirkular.

Universitas Indonesia berharap kolaborasi dengan BNNK Jakarta Utara, pemerintah daerah, dan masyarakat dapat menjadi model pengembangan kawasan berkelanjutan yang dapat diterapkan di berbagai wilayah perkotaan untuk memperkuat ketahanan pangan berbasis masyarakat. (E-2)

 



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *