
SPESIES hiu bonnethead (Sphyrna tiburo), yang merupakan anggota terkecil dari keluarga hiu martil, menyimpan keunikan anatomi yang baru saja terungkap para ilmuwan. Sebuah studi ilmiah terbaru menemukan bentuk kepala hiu bonnethead betina mengalami perubahan fisik yang signifikan seiring dengan pertumbuhannya menuju usia dewasa.
Saat masih berusia muda, baik hiu bonnethead jantan maupun betina memiliki bentuk kepala yang membulat dan melengkung secara simetris, menyerupai sekop atau topi bonnet tradisional. Namun, memasuki fase dewasa, perkembangan morfologi kepala pada kedua jenis kelamin ini mulai menunjukkan perbedaan yang sangat jelas.
Penelitian menunjukkan bahwa ketika hiu bonnethead betina tumbuh dewasa, struktur bagian depan kepalanya mengalami perubahan fisik, ujung kepalanya yang semula melengkung perlahan memudar dan kehilangan bentuk runcingnya. Sebaliknya, hiu bonnethead jantan dewasa tetap mempertahankan tonjolan kepala yang lebih jelas dan khas.
Perubahan bentuk anatomi ini diyakini oleh para peneliti berkaitan erat dengan dinamika biologis serta fungsi reproduksi dan adaptasi lingkungan. Perubahan struktur tulang tengkorak dan jaringan lunak pada hiu betina diperkirakan membantu mereka dalam efisiensi pergerakan saat berenang, pencarian makanan di dasar laut, serta memfasilitasi kebutuhan energi yang tinggi selama masa kehamilan.
Hiu bonnethead dikenal sebagai spesies hiu yang sering menghuni perairan pesisir dangkal, muara sungai, dan padang lamun di wilayah Amerika. Selain keunikan bentuk kepalanya, hiu ini juga tercatat sebagai satu-satunya spesies hiu omnivora yang diketahui dapat mencerna tumbuhan laut seperti lamun sebagai bagian dari pola makan harian mereka.
Temuan mengenai perubahan bentuk kepala pada hiu bonnethead betina ini memberikan wawasan baru bagi para ahli biologi laut mengenai variasi morfologi seksual (sexual dimorphism) pada elasmobranch (kelompok hiu dan pari). Riset ini sekaligus memperkaya pemahaman ilmiah tentang bagaimana aspek pertumbuhan fisik dan perkembangan reproduksi saling memengaruhi struktur tubuh satwa laut. (earth/Z-2)
