
TREN mengonsumsi susu mentah (raw milk) tanpa proses pasteurisasi kian marak di media sosial. Sejumlah influencer kesehatan bahkan mulai membandingkan susu mentah dengan Air Susu Ibu (ASI), dengan narasi jika bayi dapat meminum ASI tanpa pasteurisasi secara aman, maka manusia juga bisa mengonsumsi susu mentah dari hewan seperti sapi atau kambing.
Menanggapi tren tersebut, Akademi Dokter Anak Amerika (AAP) bersama para pakar kesehatan dengan tegas memperingatkan bahaya mengonsumsi susu mentah, terutama bagi bayi, anak-anak, dan ibu menyusui.
para pakar menekankan bahwa ASI dan susu hewan mentah adalah dua hal yang sangat berbeda.
Metode Pengambilan dan Profil Nutrisi Berbeda
Salah satu perbedaan mendasar terletak pada cara pengambilan susu. Konsultan laktasi Allison Alexander menjelaskan bahwa ambing sapi berada dekat dengan anus dan sering bersentuhan dengan kotoran serta jerami. Hal ini berbeda jauh dengan proses ASI yang diambil langsung dari payudara ibu atau pompa ASI yang steril.
Selain cara pengambilan, profil nutrisi kedua jenis susu tersebut juga sangat berbeda.
“Susu mamalia bersifat spesifik spesies. Susu manusia dirancang untuk manusia dan susu sapi dirancang untuk sapi,” kata Dr. Jenny Thomas, dokter anak sekaligus ketua terpilih Bagian Menyusui AAP. “Akibatnya, susu sapi memiliki profil protein, mineral, dan kekebalan yang sangat berbeda.”
Dr. Jenelle Ferry, dokter neonatologi terbukti, menambahkan bahwa perbedaan terbesar terletak pada sifat imunologis dan imunoglobulin pada ASI yang sangat dibutuhkan untuk perkembangan manusia.
Risiko Besar bagi Bayi dan Anak-Anak
AAP menegaskan susu sapi murni, baik yang dipasteurisasi maupun mentah, tidak boleh diberikan kepada bayi di bawah usia 12 bulan. Pasalnya kandungan natrium dan proteinnya yang terlalu tinggi serta kekurangannya akan zat besi.
Selain masalah nutrisi, susu mentah berisiko tinggi terkontaminasi bakteri berbahaya seperti Campylobacter, Salmonella, Listeria, hingga E. coli. Anak-anak memiliki sistem kekebalan tubuh yang belum matang, sehingga lebih rentan mengalami komplikasi berat saat terinfeksi.
Ibu menyusui juga dilarang mengonsumsi susu mentah. Thomas menjelaskan jika ibu menyusui jatuh sakit akibat bakteri pada susu mentah, hal itu tidak hanya mengganggu perawatan bayi. Namun berisiko menularkan patogen berbahaya kepada bayi melalui kontak dekat atau ASI.
“Susu mentah tidak memberikan manfaat terukur, melainkan memindahkan sebagian besar penyakit terkait produk susu kepada anak-anak berusia paling muda,” tegas Dr. Thomas.
Para pakar mengimbau masyarakat untuk tidak mengikuti tren media sosial ini dan tetap memilih produk susu yang telah melalui proses pasteurisasi demi keamanan kesehatan keluarga. (Parents/Z-2)
