
DOA agar tidak terkena ain adalah doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT untuk memohon perlindungan dari pengaruh buruk yang diyakini berasal dari pandangan iri, dengki, atau kekaguman yang berlebihan terhadap seseorang.
Dalam ajaran Islam, perlindungan dari ain dilakukan dengan memperbanyak doa, zikir, membaca ayat-ayat Al-Qur’an, serta memohon penjagaan hanya kepada Allah SWT.
1. Doa Perlindungan dari Segala Keburukan
Bacaan Arab
اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنَ الْبَرَصِ وَالْجُنُونِ وَالْجُذَامِ وَمِنْ سَيِّئِ الْأَسْقَامِ
Bacaan Latin
Allahumma inni a’udzu bika minal-barashi wal-jununi wal-judzami wa min sayyi’il-asqam.
Artinya
“Ya Allah, aku berlindung kepada-Mu dari penyakit belang, gila, kusta, dan dari segala penyakit yang buruk.” (HR. Abu Dawud)
2. Doa Perlindungan untuk Anak
Bacaan Arab
أُعِيذُكَ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّةِ، مِنْ كُلِّ شَيْطَانٍ وَهَامَّةٍ، وَمِنْ كُلِّ عَيْنٍ لَامَّةٍ
Bacaan Latin
U’iidzuka bi kalimaatillaahit-taammah, min kulli syaythaanin wa haammah, wa min kulli ‘aynin laammah.
Artinya
“Aku memohon perlindungan untukmu dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna, dari setiap setan, binatang berbisa, dan dari setiap mata yang membawa keburukan.” (HR. Bukhari)
3. Membaca Surat Al-Falaq
Bacaan Arab
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ الْفَلَقِ
Bacaan Latin
Qul a’uudzu birabbil-falaq.
Artinya
“Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan yang menguasai subuh.”
4. Membaca Surat An-Nas
Bacaan Arab
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ
Bacaan Latin
Qul a’uudzu birabbin-naas.
Artinya
“Katakanlah, Aku berlindung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia.”
5. Doa Memohon Perlindungan dengan Nama Allah
Bacaan Arab
بِسْمِ اللَّهِ الَّذِي لَا يَضُرُّ مَعَ اسْمِهِ شَيْءٌ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي السَّمَاءِ وَهُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
Bacaan Latin
Bismillaahil-ladzi laa yadhurru ma’asmihi syai’un fil-ardhi wa laa fis-samaa’i wa huwas-samii’ul-‘aliim.
Artinya
“Dengan nama Allah yang dengan nama-Nya tidak ada sesuatu pun yang dapat membahayakan, baik di bumi maupun di langit. Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)
6. Ayat Kursi untuk Memohon Perlindungan
Bacaan Arab
اللّٰهُ لَآ اِلٰهَ اِلَّا هُوَ الْحَيُّ الْقَيُّوْمُ ۚ لَا تَأْخُذُهٗ سِنَةٌ وَّلَا نَوْمٌ ۗ لَهٗ مَا فِى السَّمٰوٰتِ وَمَا فِى الْاَرْضِ ۗ مَنْ ذَا الَّذِيْ يَشْفَعُ عِنْدَهٗٓ اِلَّا بِاِذْنِهٖ ۗ يَعْلَمُ مَا بَيْنَ اَيْدِيْهِمْ وَمَا خَلْفَهُمْ ۚ وَلَا يُحِيْطُوْنَ بِشَيْءٍ مِّنْ عِلْمِهٖٓ اِلَّا بِمَا شَآءَ ۚ وَسِعَ كُرْسِيُّهُ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضَ ۚ وَلَا يَـُٔوْدُهٗ حِفْظُهُمَا ۚ وَهُوَ الْعَلِيُّ الْعَظِيْمُ
Bacaan Latin
Allāhu lā ilāha illā huwal-ḥayyul-qayyūm, lā ta’khudzuhū sinatuw wa lā naum. Lahū mā fis-samāwāti wa mā fil-arḍ. Man żal-ladzī yasyfa‘u ‘indahū illā bi-iżnih. Ya‘lamu mā baina aidīhim wa mā khalfahum, wa lā yuḥīṭūna bisyai’im min ‘ilmihī illā bimā syā’a. Wasi‘a kursiyyuhus-samāwāti wal-arḍ, wa lā ya’ūduhū ḥifẓuhumā, wa huwal-‘aliyyul-‘aẓīm.
Artinya
“Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Dia, Yang Maha Hidup, Yang terus-menerus mengurus (makhluk-Nya). Tidak mengantuk dan tidak tidur. Milik-Nya apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi. Siapakah yang dapat memberi syafaat di sisi-Nya tanpa izin-Nya? Dia mengetahui apa yang di hadapan mereka dan di belakang mereka. Dan mereka tidak mengetahui sesuatu apa pun tentang ilmu-Nya kecuali apa yang Dia kehendaki. Kursi-Nya meliputi langit dan bumi. Dan Dia tidak merasa berat memelihara keduanya. Dan Dia Maha Tinggi lagi Maha Agung.” (QS. Al-Baqarah: 255)
Doa agar tidak terkena ain merupakan bentuk ikhtiar seorang muslim untuk memohon perlindungan kepada Allah SWT. (Z-4)
Sumber: zalora, mozaikislam
