
Penguatan kualitas sumber daya manusia (SDM) unggul terus menjadi salah satu agenda strategis dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045. Di tengah semakin kompleksnya tantangan transformasi digital, pengembangan kecerdasan artifisial (AI), dan perubahan struktur ekonomi nasional, perguruan tinggi dituntut tidak hanya menghasilkan lulusan berkualitas, tetapi juga melahirkan inovasi dan riset yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan.
Komitmen tersebut kembali ditunjukkan Universitas Nasional (Unas) melalui Sidang Terbuka Senat dalam rangka Pengukuhan dan Orasi Ilmiah Guru Besar di Auditorium Unas, Jakarta, Rabu (5/8/2026). Dalam kesempatan itu, Unas mengukuhkan tiga guru besar baru yang berasal dari bidang Sosiologi Ekonomi dan Gender, Machine Learning, serta Decision Support and Analytics.
Pengukuhan tersebut sekaligus memperkuat kapasitas akademik Unas dalam mengembangkan riset multidisiplin yang relevan dengan isu-isu strategis nasional, mulai dari ekonomi digital, pemanfaatan kecerdasan artifisial yang bertanggung jawab, hingga tata kelola perguruan tinggi berbasis data.
Rektor Unas El Amry Bermawi Putera mengatakan penambahan guru besar jadi momentum penting dalam memperkuat peran perguruan tinggi sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
“Hari ini merupakan hari yang membanggakan bagi Unas. Melalui sidang terbuka senat ini, Unas kembali mengukuhkan tiga guru besar sebagai bentuk penghargaan atas dedikasi, integritas, dan kontribusi akademik yang diberikan dalam pengembangan ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Menurutnya, jabatan guru besar bukan sekadar pencapaian akademik tertinggi, melainkan amanah untuk terus menghasilkan penelitian berkualitas, membimbing generasi akademisi berikutnya, serta memperkuat pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi.
Dengan tambahan tiga profesor tersebut, Unas kini memiliki 35 guru besar dari berbagai disiplin ilmu. Keberagaman kepakaran tersebut menjadi modal strategis untuk memperkuat budaya riset, memperluas kolaborasi lintas disiplin, dan meningkatkan kontribusi perguruan tinggi terhadap pembangunan nasional.
Apresiasi juga disampaikan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah III melalui sambutan yang dibacakan Kepala Bagian Umum LLDIKTI Wilayah III Tri Munanto.
Ia menilai penambahan tiga guru besar menjadi indikator meningkatnya kualitas sumber daya manusia dan tata kelola akademik di Unas. “Penambahan tiga guru besar sekaligus ini sebagai bukti nyata komitmen Unas dalam meningkatkan mutu tata kelola sumber daya manusia yang unggul,” katanya.
Menurut Tri, kombinasi kepakaran di bidang sosiologi ekonomi, machine learning, dan decision support memiliki peran strategis dalam menjawab tantangan pembangunan nasional yang semakin kompleks.
“Kehadiran tiga kepakaran ilmu dari Sosiologi Ekonomi yang menjaga dimensi humanis, Machine Learning yang memacu otomasi, serta Decision Support yang menajamkan ketepatan navigasi institusi adalah kolaborasi keilmuan yang sangat harmonis. Ini amat sejalan dengan arah kebijakan kementerian saat ini, yaitu mewujudkan Diktisaintek Berdampak,” ujarnya.
Dalam sidang tersebut, Prof Erna Ermawati Chotim dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Sosiologi Ekonomi dan Gender. Melalui orasi ilmiahnya, ia mengangkat isu ketidakseimbangan struktural ekonomi, perkembangan platform digital, serta tantangan deindustrialisasi sektor tekstil dan garmen Indonesia.
Sementara itu, Prof Agung Triayudi yang dikukuhkan sebagai Guru Besar bidang Machine Learning, menyoroti pentingnya pengembangan AI yang aman dan tepercaya, khususnya untuk mendukung transformasi layanan kesehatan melalui pemanfaatan teknologi machine learning.
Adapun Prof Septi Andryana yang menjadi Guru Besar bidang Decision Support and Analytics, menekankan pentingnya pemanfaatan analitik data dan sistem pendukung keputusan dalam meningkatkan tata kelola perguruan tinggi agar lebih adaptif dan berdaya saing global.
Rektor Unas El Amry Bermawi Putera menyampaikan sinergi ketiga bidang keilmuan tersebut mencerminkan arah pengembangan pendidikan tinggi yang semakin terintegrasi dengan kebutuhan pembangunan nasional. “Kolaborasi antara ilmu sosial, kecerdasan artifisial, dan analitik data diharapkan mampu menghasilkan riset inovatif yang mendukung pengambilan kebijakan berbasis bukti, mempercepat transformasi digital, serta meningkatkan daya saing Indonesia di tingkat global,” kata Rektor.
Rektor menambahkan melalui pengukuhan tiga guru besar baru tersebut, Unas menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat ekosistem riset, inovasi, dan pengembangan SDM unggul sebagai kontribusi nyata perguruan tinggi dalam mendukung kemajuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045.
