
BP BUMN bersama Danantara tengah menyusun peta strategi transformasi BUMN untuk lima tahun ke depan sebagai upaya memperkuat daya saing perusahaan negara hingga mampu bersaing di tingkat global. Kepala BP BUMN sekaligus Chief Operating Officer (COO) Danantara, Dony Oskaria, mengatakan peta jalan tersebut akan menjadi pedoman bersama bagi seluruh BUMN dalam menjalankan transformasi secara terarah dan berkelanjutan.
“Setiap tema ini akan turun ke seluruh perusahaan BUMN. Tema konsolidasi, people development, corporate culture, innovation, hingga value creation harus menjadi arah bersama,” ujar Dony.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam rapat internal bersama Danantara Asset Management (DAM) yang membahas strategi transformasi BUMN sebagai arah pengelolaan perusahaan negara dalam lima tahun mendatang. Pembahasan mencakup tahapan implementasi transformasi, penyelarasan prioritas pada setiap fase, serta strategi untuk memastikan seluruh BUMN bergerak dalam kerangka yang sama menuju tata kelola yang lebih modern dan berorientasi pada penciptaan nilai.
Melalui peta strategi tersebut, BP BUMN dan Danantara berkomitmen mempercepat transformasi perusahaan negara secara menyeluruh, mulai dari penguatan fundamental bisnis, pengembangan sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, hingga peningkatan daya saing di tingkat internasional.
Transformasi akan dijalankan secara bertahap. Tahap awal difokuskan pada konsolidasi dan restrukturisasi, kemudian dilanjutkan dengan penguatan pengembangan talenta dan budaya perusahaan. Selanjutnya, transformasi diarahkan pada percepatan inovasi dan adopsi teknologi, penciptaan nilai melalui aksi korporasi dan kemitraan strategis, hingga pencapaian target kinerja berstandar global.
Melalui tahapan tersebut, pemerintah menargetkan lahirnya BUMN yang lebih efisien, inovatif, dan kompetitif, sekaligus mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Dalam jangka panjang, transformasi ini juga diarahkan agar BUMN Indonesia mampu menembus jajaran perusahaan terbesar dunia dalam daftar Fortune 500. (Ant/E-3)
