6 Makanan yang Sangat Bagus untuk Kesehatan Pria, tetapi Sering Terlupakan
ilustrasi(Magnific)

SARAN kesehatan untuk pria umumnya berputar pada konsumsi protein, olahraga rutin, dan pengurangan makanan digoreng. Padahal, beberapa makanan yang sangat bermanfaat bagi tubuh kerap tidak menjadi sorotan, meskipun harganya terjangkau, mudah ditemukan, dan kerap tersimpan di lemari dapur.

Seiring bertambahnya usia, nutrisi tertentu memainkan peran penting untuk fungsi prostat, kesehatan kardiovaskular, kepadatan tulang, dan pemeliharaan otot pria. Berdasarkan penjelasan para ahli gizi terdaftar, berikut enam makanan yang paling sering disepelekan untuk mendukung kesehatan pria.

1. Tomat

Tomat kaya akan likopen, sebuah karotenoid yang bermanfaat untuk kesehatan prostat, antioksidan, dan kesehatan kardiometabolik. Ahli gizi Johannah Katz, RD, menyarankan untuk mengonsumsi olahan tomat yang telah dimasak.

“Saya sangat menyukai produk tomat olahan, karena memasak dan memadukan tomat dengan sumber lemak seperti minyak zaitun dapat meningkatkan penyerapan likopen,” kata Johannah Katz, RD.

Ia menambahkan, beberapa penelitian telah mengamati produk tomat dan likopen terkait risiko kanker prostat. Bukti yang ada memang belum cukup kuat untuk menyatakan tomat mencegah kanker prostat, namun konsumsi tomat masak merupakan langkah cerdas dan berisiko rendah.

2. Brokoli

Brokoli tergolong sayuran cruciferous. Konsumsi brokoli dikaitkan dengan penurunan risiko beberapa jenis kanker, termasuk kanker prostat, serta penurunan angka kematian akibat semua penyebab.

Di dalam tubuh, senyawa dalam brokoli diubah menjadi sulforafan yang memiliki aktivitas antioksidan dan pelindung sel. Untuk menjaga kandungan nutrisinya, pengukusan ringan lebih disarankan daripada merebus hingga terlalu lunak.

3. Salmon Kaleng

Salmon kaleng menawarkan profil nutrisi yang setara dengan salmon segar, namun dengan harga lebih terjangkau dan masa simpan lebih lama.

“Secara nutrisi, salmon kaleng adalah sumber protein yang luar biasa serta asam lemak omega-3 anti-inflamasi yang baik untuk jantung, yaitu EPA dan DHA. Salmon kaleng juga menyediakan kalsium dan vitamin D untuk kesehatan tulang,” jelas Sarah Schlichter, M.P.H., RDN.

Kandungan tulang lunak yang dapat dimakan pada produk kalengan memberi tambahan kalsium yang tidak didapatkan dari filet segar.

4. Biji-bijian Utuh (Whole Grains)

Mengganti roti atau beras putih dengan biji-bijian utuh membawa dampak signifikan. Krystle Zuniga, Ph.D., RD, CSO, menjelaskan bahwa mengonsumsi sekitar tiga porsi biji-bijian utuh per hari berhubungan dengan penurunan risiko kanker kolorektal sebesar 17%.

“Kanker kolorektal kini menjadi penyebab utama kematian akibat kanker pada pria di bawah usia 50 tahun,” terang Zuniga.

Serat dalam biji-bijian utuh mendukung pencernaan, menstabilkan gula darah, dan memberikan rasa kenyang lebih lama.

5. Kefir

Minuman susu fermentasi ini membantu kesehatan otot, tulang, dan pencernaan berkat kandungan kultur hidupnya. Ahli gizi Yasi Ansari, M.S., RDN, CSSD, menyebutkan pria memiliki risiko batu ginjal yang lebih tinggi. Selain cairan yang cukup, makanan kaya kalsium seperti kefir dapat membantu mengurangi risiko jenis batu ginjal tertentu.

6. Tiram

Tiram kaya akan seng (zinc), mineral penting yang tidak dapat disimpan tubuh dalam jumlah besar. “Tiram menyediakan seng dalam jumlah tinggi yang dapat membantu sistem reproduksi dengan mengatur kadar testosteron serta mendukung kesehatan prostat,” ujar Mascha Davis, M.P.H., RD.

Strategi Lain Pendukung Kesehatan Pria

Selain pola makan, menjaga kesehatan jangka panjang memerlukan kebiasaan proaktif, di antaranya:

  • Pemeriksaan Rutin: Memantau kondisi tubuh secara berkala untuk mendeteksi potensi masalah lebih awal.
  • Perawatan Preventif: Melakukan skrining tekanan darah tinggi, kolesterol, dan diabetes.
  • Kesehatan Jantung: Menjaga tekanan darah, tetap aktif, dan menghindari rokok.
  • Skrining Prostat: Berkonsultasi dengan dokter mengenai waktu memulai skrining, terutama bagi yang berusia di atas 50 tahun atau memiliki riwayat keluarga.
  • Kesehatan Mental: Membuka diri dan mencari bantuan profesional saat dibutuhkan.
  • Lingkungan Rumah Sehat: Menyediakan makanan bergizi, berolahraga teratur, dan mengelola stres.

(Eating Well/Z-2)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *