
UPAYA memperkuat layanan kesehatan di Indonesia terus dilakukan melalui investasi fasilitas kesehatan sekaligus penguatan kolaborasi lintas negara. Selain menghadirkan infrastruktur baru, pengembangan rumah sakit kini juga diarahkan untuk mendorong transfer pengetahuan, peningkatan kapasitas tenaga kesehatan, dan penerapan standar pelayanan internasional.
Sejalan dengan upaya tersebut, Aspen Medical tengah membangun Aspen Medical Hospital Depok yang ditargetkan rampung pada kuartal II 2027. Rumah sakit yang berlokasi di kawasan Shila Sawangan, Depok, itu diharapkan dapat memperluas akses masyarakat terhadap layanan kesehatan berstandar internasional sekaligus memperkuat ekosistem kesehatan nasional melalui kolaborasi Indonesia-Australia.
Komitmen tersebut ditandai melalui pelaksanaan Topping Off Ceremony di lokasi pembangunan rumah sakit pada Rabu (29/7). Acara itu menjadi penanda selesainya salah satu tahapan penting pembangunan sekaligus menunjukkan progres proyek menuju penyelesaian.
Founder dan Executive Chair Aspen Medical, Glenn Keys, mengatakan pembangunan rumah sakit tersebut merupakan bagian dari komitmen jangka panjang perusahaan untuk menghadirkan layanan kesehatan berkualitas tinggi yang lebih mudah diakses masyarakat.
“Momentum ini menjadi tonggak penting bagi Aspen Medical dalam menghadirkan keahlian dan standar layanan kesehatan global di Depok. Kami juga berkomitmen untuk terus terbuka terhadap peluang kolaborasi dengan para pemangku kepentingan kesehatan di Indonesia. Dengan pengalaman lebih dari 20 tahun, kami percaya bahwa inovasi dalam layanan kesehatan terletak pada kemampuan untuk menghadirkan praktik terbaik global yang relevan dengan konteks dan kebutuhan setiap negara,” ujar Glenn.
Aspen Medical Hospital Depok akan memiliki kapasitas 200 tempat tidur yang terdiri atas ruang rawat inap, ruang isolasi, ICU, NICU, dan PICU. Rumah sakit ini juga mengembangkan empat Center of Excellence, yakni Cardiovascular Center, Surgery Center, Gastro Hepatology Center, dan Neuro-Restoration Center, untuk menghadirkan layanan yang lebih terintegrasi serta meningkatkan kualitas penanganan pasien.
President Director PT Aspen Medical Group Indonesia, Dr. Andrew Rochford, mengatakan rumah sakit tersebut dirancang untuk menghadirkan layanan kesehatan berstandar internasional yang tetap selaras dengan regulasi nasional dan kebutuhan masyarakat Indonesia.
Menurutnya, Aspen Medical akan menerapkan pendekatan multidisiplin yang berpusat pada pasien guna menghadirkan layanan yang aman, efektif, dan personal. Di saat yang sama, kehadiran rumah sakit ini juga diharapkan memperkuat sistem kesehatan nasional melalui kolaborasi Indonesia-Australia.
Sebagai bagian dari upaya memperluas kolaborasi di sektor kesehatan, Aspen Medical juga menggelar International Medical Conference selama dua hari pada 31 Juli hingga 1 Agustus 2026 di Pullman Thamrin, Jakarta.
Konferensi tersebut menjadi forum diskusi yang mempertemukan perwakilan pemerintah, regulator, sektor swasta, penyedia layanan asuransi, serta para tenaga medis. Berbagai isu strategis dibahas dalam forum tersebut, mulai dari tata kelola dan standar layanan kesehatan, investasi serta pengembangan tenaga kesehatan, hingga penguatan ekosistem pembiayaan kesehatan melalui kemitraan dengan dunia usaha dan industri asuransi.
Dalam sambutannya, Glenn menilai Indonesia memiliki peluang besar untuk memperkuat sistem layanan kesehatan melalui sinergi antara pemerintah, kolaborasi internasional, serta investasi jangka panjang dalam pengembangan kapasitas tenaga kesehatan.
“Tujuan kami bukan sekadar menghadirkan rumah sakit, melainkan juga menciptakan kapasitas layanan kesehatan yang akan bermanfaat bagi masyarakat Indonesia dan generasi mendatang. Pembangunan memang penting, tapi justru manusia, kemitraan, dan pertukaran pengetahuan yang menciptakan perubahan yang berkelanjutan,” tutup Glenn. (E-1)
