
SPANYOL memperketat perbatasan setelah sekitar 60.000 imigran asal Maroko dilaporkan menerobos masuk ke Kota Ceuta, wilayah enklave negara itu di Afrika Utara.
Dikutip Jumat (31/7), Wali Kota Ceuta, Juan Jesus Vivas mengatakan jumlah imigran yang masuk secara signifikan itu setara dengan 70 persen dari total populasi kota itu.
Dilaporkan bawah sejak Kamis (30/7), situasi di perbatasan Spanyol memanas ketika ribuan pemuda Maroko berkumpul di garis perbatasan. Lalu ratusan orang itu berhasil masuk ke Spanyol.
Perdana Menteri (PM) Italia Giorgia Meloni menyampaikan sedang mempertimbangkan cara untuk membekukan kawasan Schengen dengan Spanyol terkait masalah imigran.
Menanggapi masuknya imigran besar-besaran, PM Spanyol Pedro Sanchez mengecam tindakan tersebut dan menyebutnya sebagai ancaman kedaulatan negara.
“Apa yang terjadi kemarin harus dianggap sebagai serangan dan pelanggaran terhadap integritas wilayah Spanyol. Ceuta adalah kota milik Spanyol,” kata dia.
Sanchez menuturkan akan mengerahkan 400 personel aparat penegak hukum ke Ceuta dan memerintahkan pemasangan pagar pembatas baru di sepanjang garis perbatasan. (Ant/H-4)
