Industri Wine kian Berkembang, Pengalaman Konsumen Jadi Fokus Utama
Ilustrasi(Dok istimewa )

INDUSTRI wine di Indonesia terus berkembang seiring meningkatnya minat masyarakat terhadap produk berkualitas, pengalaman gaya hidup premium, serta edukasi mengenai wine. Perkembangan ini mendorong pelaku industri tidak hanya berinovasi dari sisi produk, tetapi juga menghadirkan pengalaman yang lebih dekat dengan konsumen.

Memasuki 32 tahun kiprahnya sebagai pelopor industri wine modern di Indonesia, PT Hatten Bali Tbk membuka kembali The Cellardoor Jakarta sekaligus meluncurkan Two Islands Fine Tawny. Dua langkah tersebut menjadi bagian dari strategi perusahaan untuk memperkuat pengalaman konsumen, memperluas akses terhadap portofolio produk, serta mengembangkan industri wine Indonesia.

PT Hatten Bali Tbk menaungi empat brand, yakni Hatten Wines yang menggunakan anggur lokal Bali, Two Islands Wines yang menggunakan anggur premium Australia dan diproduksi di Bali, Two Islands Reserve yang berfokus pada koleksi single vineyard dan produksi small batch premium, serta Dragonfly Wines yang menawarkan wine dengan karakter manis dan easy–drinking.

Tidak hanya menjadi gerai penjualan, The Cellardoor Jakarta dirancang sebagai destinasi bagi pecinta wine maupun masyarakat yang ingin mengenal dunia wine.

Pengunjung dapat mengikuti sesi wine tasting, berkonsultasi dengan tim, serta mengeksplorasi portofolio perusahaan, mulai dari Hatten Wines, Two Islands Wines, Two Islands Reserve, Dragonfly Wines, hingga Arak & Brem Bali Dewi Sri.

Bersamaan dengan pembukaan kembali The Cellardoor Jakarta, perusahaan memperkenalkan Two Islands Fine Tawny, wine bergaya Port atau Port-Style Wine yang terinspirasi tradisi fortified wine Australia. Produk ini menggunakan anggur premium dari South Australia dan menjalani proses pematangan tradisional Solera selama lima tahun sebelum divinifikasi di Bali.

Fine Tawny menjadi fortified wine pertama dalam rangkaian koleksi Two Islands Wines. Produk ini merupakan perpaduan Shiraz, Grenache, Tempranillo, dan Muscat dengan karakter rasa karamel, buah kering, kacang panggang, kulit jeruk, cokelat, serta rempah-rempah yang lembut.

Kompleksitas rasa tersebut diperkuat penggunaan house–made brandy yang diproduksi dan dimatangkan sendiri di winery Hatten di Sanur.

Two Islands Fine Tawny kini tersedia di berbagai restoran pilihan, wine retailer, The Cellardoor Bali, dan The Cellardoor Jakarta. President Director PT Hatten Bali Tbk Ida Bagus Rai Budarsa mengatakan, pembukaan kembali The Cellardoor Jakarta dan peluncuran Fine Tawny mencerminkan perkembangan perusahaan selama lebih dari tiga dekade.

“Bagi kami, kedua pencapaian ini mencerminkan bagaimana PT Hatten Bali Tbk terus berkembang selama lebih dari tiga dekade dengan tetap berpegang pada semangat sebagai pelopor, terus berinovasi, serta mampu mengikuti perubahan gaya hidup konsumen Indonesia,” ujar Ida Bagus Rai Budarsa.

Menurutnya, The Cellardoor Jakarta dihadirkan untuk mendekatkan konsumen dengan seluruh portofolio perusahaan, sementara Fine Tawny menjadi bagian dari upaya memperkaya pilihan wine berkualitas bagi masyarakat Indonesia. 

“Bersama-sama, kedua inisiatif ini merepresentasikan visi kami untuk semakin mendekatkan wine kepada masyarakat sekaligus memperkuat posisi Indonesia di peta industri wine dunia,” katanya.

Head Winemaker PT Hatten Bali Tbk James Kalleske menambahkan, Two Islands sejak awal dikembangkan untuk menampilkan keragaman gaya wine Australia. Fine Tawny melengkapi portofolio tersebut melalui fortified wine premium yang dibuat menggunakan metode tradisional.

“Kami berharap setiap gelas Fine Tawny tidak hanya menawarkan cita rasa yang kaya, tetapi juga menghadirkan pengalaman menikmati wine yang lebih bermakna,” ujar James.

Saat ini, Hatten Wines mengelola sekitar 60 hektare kebun anggur di Singaraja, termasuk 12 hektare yang dialokasikan untuk penelitian dan pengembangan. Perusahaan juga bermitra dengan petani anggur lokal dan telah menghasilkan lebih dari 10 varian. Pada 2007, perusahaan memperkenalkan Two Islands dengan produk dari kebun anggur terpilih di Australia Selatan.

Dragonfly Wines kemudian hadir pada 2014 dengan fokus pada varian wine yang dominan manis untuk pasar lokal dan Asia. Sementara itu, Two Islands Reserve dikembangkan untuk koleksi single vineyard dan produksi small batch premium. (E-4)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *