IHSG Menguat ke 6.186 Ditopang Laporan Keuangan Semester I 2026
IHSG ditutup naik 1,56% ke level 6.186,36 pada Kamis (30/7).(Dok. Antara)

INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Kamis (30/7/2026) ditutup menguat signifikan. Performa positif ini didorong oleh rilis laporan keuangan emiten periode Semester I 2026 yang memberikan sentimen positif bagi investor di tengah tekanan pasar eksternal.

IHSG hari ini mengakhiri perdagangan dengan kenaikan 94,97 poin atau 1,56% ke posisi 6.186,36. Sejalan dengan indeks utama, kelompok 45 saham unggulan atau indeks LQ45 juga terkerek naik 12,34 poin atau 2,03% ke posisi 618,86.

Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menjelaskan bahwa rebound IHSG terjadi di tengah ketidakpastian mengenai suksesi kepemimpinan di Bank Indonesia (BI) dan tekanan fiskal. “Penguatan indeks ditopang kenaikan emiten bluechip dan musim rilis laporan keuangan,” ujar Nico dalam kajiannya.

Analisis Sektoral dan Data Perdagangan

Berdasarkan data Indeks Sektoral IDX-IC, seluruh sebelas sektor berakhir di zona hijau. Sektor barang konsumen primer memimpin penguatan sebesar 1,87%, disusul sektor energi yang naik 1,67%.








Indikator Pasar Nilai/Posisi
Frekuensi Transaksi 1.741.000 kali
Volume Saham 29,70 miliar lembar
Nilai Transaksi Rp12,92 triliun
Saham Menguat/Melemah 511 naik / 171 turun

Sentimen Global dan Regional

Dari mancanegara, pelaku pasar tengah mengevaluasi kebijakan The Fed yang mempertahankan suku bunga acuan. Namun, muncul ekspektasi kenaikan suku bunga sebesar 25 basis poin pada September 2026 dengan peluang sebesar 67%, meningkat dari sebelumnya 56%.

Bursa regional Asia bergerak variatif sore ini:

  • Indeks Nikkei (Jepang) naik 0,70% ke 61.866,00
  • Indeks Hang Seng (Hong Kong) naik 0,20% ke 25.858,88
  • Indeks Shanghai (Tiongkok) turun 0,10% ke 3.804,69
  • Indeks Strait Times (Singapura) turun 0,69% ke 5.673,58

Untuk pekan depan, investor domestik akan mencermati rilis data ekonomi penting, termasuk inflasi Juli 2026, neraca perdagangan Mei 2026, serta pertumbuhan PDB kuartal II 2026 yang diprediksi akan menjadi penggerak pasar selanjutnya. (Ant/Z-10)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *