Purbaya: Kebijakan tetap Solid di Tengah Sentimen usai Perry Warjiyo Mundur
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa(MI/Insi Nantika Jelita)

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan bahwa Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) sudah mengantisipasi dampak terkait sentimen pasar imbas pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo. Menkeu pun memastikan bahwa koordinasi kebijakan fiskal dan moneter saat ini tetap solid.

“Yang penting kita tunjukkan ke pasar bahwa kebijakan kita tetap solid, pro-growth, prostabilitas, dan market-friendly,” ungkap Purbaya yang juga Ketua KSSK usai rapat di Kantor Lembaga Penjamin Simpanan (LPS), Jakarta, Selasa (29/7).

Seperti diberitakan, Bank Indonesia mengumumkan pengunduran diri Perry Warjiyo dari jabatan gubernur BI pada Senin (27/7). Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti pun resmi ditetapkan sebagai Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia. Purbaya memastikan tidak ada masalah koordinasi setelah mundurnya Perry. Menurutnya, sosok Destry Damayanti pun bukan orang baru di KSSK.

“Ibu Destry bukan pemain baru, dia pemain lama. Jadi dia sudah terlibat dengan proses KSSK sudah cukup lama, bahkan dia dulu pemain ganda di LPS dan BI. Jadi knowledge-nya amat baik dan amat mumpuni untuk memastikan kebijakan moneter berjalan sesuai dengan apa yang seharusnya,” tutur Purbaya.

Sebelumnya, Kepala Ekonom Trimegah Sekuritas Indonesia Fakhrul Fulvian menilai pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo merupakan perkembangan yang mengejutkan bagi pasar keuangan. Hal itu juga dinilai berpotensi meningkatkan ketidakpastian dalam jangka pendek. Oleh karena itu, katanya, langkah pertama Pejabat Sementara Gubernur Bank Indonesia adalah segera memberikan kepastian mengenai kesinambungan arah kebijakan moneter dan stabilitas nilai tukar rupiah.

“Pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia tentu menjadi kejutan bagi pasar. Dalam situasi seperti ini, hal yang paling dibutuhkan pelaku pasar bukan sekadar pengganti, tetapi kepastian bahwa kerangka kebijakan moneter, independensi Bank Indonesia, dan komitmen menjaga stabilitas rupiah tetap berjalan secara konsisten,” ujar Fakhrul.

Semakin cepat kepastian tersebut disampaikan, katanya, semakin kecil risiko munculnya spekulasi yang tidak perlu di pasar keuangan. (E-3)



Source link

By Redaksi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *