
BUDAYA hidup aktif perlu terus diperkuat di tengah tantangan masyarakat perkotaan yang semakin sibuk. Olahraga tidak lagi semata dipandang sebagai aktivitas untuk mencapai prestasi, tetapi juga menjadi ruang membangun kesehatan, kebersamaan, dan interaksi sosial di tengah masyarakat.
Semangat tersebut terlihat dalam Festival Olahraga Rakyat (FOR) Jakarta 2026 yang digelar Komite Olahraga Masyarakat Indonesia (Kormi) DKI Jakarta bersama Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) DKI Jakarta di Jakarta International Velodrome, Pulogadung, Jakarta Timur, Minggu (4/10/2026). Kegiatan ini diikuti sekitar 10.000 peserta dari berbagai kalangan.
Festival menghadirkan beragam aktivitas yang memadukan olahraga, kreativitas, dan kebersamaan. Rangkaian kegiatan antara lain kompetisi marching band dengan sekitar 2.500 peserta, fun walk yang diikuti sekitar 3.000 peserta, senam aerobik, senam kreasi, olahraga tradisional, hingga street soccer.
Ketua Kormi DKI Jakarta Diana Dewi mengatakan tingginya partisipasi masyarakat menjadi modal penting untuk memperluas budaya hidup aktif. Menurut dia, olahraga masyarakat perlu dikembangkan sebagai kegiatan yang mudah diikuti, menyenangkan, dan dekat dengan kehidupan sehari-hari.
“Jakarta hebat dimulai dari warga yang sehat. Kami ingin semangat bergerak ini terus hidup setelah festival selesai, menjadi kebiasaan di rumah, lingkungan, dan komunitas,” ujar Diana Dewi.
Menurut Diana, kekuatan olahraga masyarakat bukan hanya terletak pada aktivitas fisik, tetapi juga pada kegembiraan dan interaksi sosial yang tercipta. Kegiatan berjalan bersama, misalnya, membuka ruang bagi warga untuk saling berinteraksi. Adapun, aktivitas senam dapat membangun semangat kebersamaan dan permainan tradisional menjadi sarana mengenalkan kembali kekayaan budaya kepada generasi muda.
“Tidak semua orang harus menjadi atlet, tetapi setiap orang berhak menikmati olahraga. Mulai saja dari gerakan sederhana yang kita sukai, lalu lakukan secara konsisten. Dari langkah kecil, kita membangun kebiasaan besar,” tuturnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo mengatakan FOR Jakarta menjadi ruang bagi masyarakat untuk berolahraga sekaligus memperkuat kebersamaan dan sportivitas. Kehadiran festival tersebut melengkapi berbagai kegiatan olahraga masyarakat yang telah berkembang di Jakarta, mulai dari Hari Bebas Kendaraan Bermotor (HBKB), aktivitas komunitas, hingga kompetisi olahraga.
Diana mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Dispora, komunitas olahraga, serta masyarakat yang berpartisipasi dalam kegiatan tersebut. Menurutnya, kolaborasi berbagai pihak menjadi penting agar aktivitas olahraga tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi kebiasaan di lingkungan masyarakat.
“Keberhasilan festival ini akan semakin berarti ketika warga terus bergerak sesudahnya. Mari ajak keluarga, tetangga, dan teman untuk aktif bersama. Warga bugar, komunitas kuat, Jakarta semakin hebat,” pungkas Diana. (H-2)
