
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada perdagangan Rabu (29/7) diprediksi bergerak melemah. Pelaku pasar saat ini tengah mencermati berbagai sentimen, baik dari kancah global maupun kondisi domestik yang penuh ketidakpastian.
Pada pembukaan perdagangan pagi ini, IHSG sebenarnya sempat menguat 10,57 poin atau 0,17% ke posisi 6.141,16. Senada, kelompok 45 saham unggulan atau Indeks LQ45 juga naik tipis 0,45 poin atau 0,07 persen ke posisi 608,48.
Rekomendasi Analis: Wait and See
Head of Research Kiwoom Sekuritas Indonesia, Liza Camelia Suryanata, menyarankan agar investor mengambil sikap waspada.
“Kiwoom Research menyarankan investor untuk wait and see sambil mencermati pergerakan IHSG di area support 6.130,” ujar Liza dalam kajiannya di Jakarta, Rabu.
Ia juga menambahkan bagi investor yang sudah mengantongi keuntungan untuk segera menerapkan strategi pengamanan. “Investor yang telah memperoleh keuntungan disarankan menerapkan trailing stop atau melakukan profit taking secara bertahap apabila IHSG menembus level tersebut,” lanjutnya.
Sentimen Global: Menanti The Fed dan Kinerja Teknologi
Dari pasar mancanegara, perhatian utama tertuju pada keputusan suku bunga acuan Bank Sentral Amerika Serikat (AS), Federal Reserve (The Fed), yang dijadwalkan pada Rabu (29/7) waktu AS. Meskipun pasar memperkirakan suku bunga tetap, peluang kenaikan masih terbuka jika inflasi kembali melonjak.
Investor juga menantikan konferensi pers Ketua The Fed, Kevin Warsh, untuk mencari petunjuk arah kebijakan moneter ke depan. Selain itu, laporan keuangan raksasa teknologi seperti Microsoft dan Meta menjadi sorotan, terutama terkait belanja modal (capex) untuk investasi kecerdasan buatan (AI).
Di sisi lain, ketegangan geopolitik di Timur Tengah dilaporkan sedikit mereda seiring jeda konflik antara AS dan Iran, yang berdampak pada penurunan harga minyak. Namun, ketidakpastian tetap ada setelah Presiden AS Donald Trump memperingatkan kemungkinan kelanjutan serangan militer jika negosiasi gagal.
Kondisi Domestik: Transisi Kepemimpinan BI dan Sikap Apindo
Dari dalam negeri, pasar dibayangi oleh sentimen negatif terkait pengunduran diri Gubernur Bank Indonesia (BI), Perry Warjiyo. Hal ini memicu kekhawatiran mengenai transisi kepemimpinan di bank sentral dan membuat pelaku pasar cenderung lebih berhati-hati.
Kondisi ini diperkuat oleh pernyataan Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo). Mayoritas pelaku usaha dilaporkan masih menerapkan strategi wait and see pada semester II-2026. Ketidakpastian permintaan domestik dan global membuat banyak perusahaan memilih untuk menunda ekspansi baru dalam waktu dekat.
- Posisi Pembukaan IHSG: 6.141,16 (+0,17%)
- Level Support Kritis: 6.130
- Fokus Utama: Keputusan The Fed & Transisi Kepemimpinan BI
(Ant/E-3)
