
MENTERI Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memberikan respons positif atas pencapaian Indonesia yang berhasil meraih rating AAA dari lembaga pemeringkat asal Tiongkok, Lianhe Credit Rating. Peringkat tertinggi tersebut dinilai sebagai bukti konkret bahwa pengelolaan fiskal di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto berada di jalur yang tepat.
Purbaya menegaskan bahwa predikat AAA merupakan indikator objektif yang menunjukkan kualitas kebijakan ekonomi nasional. Menurutnya, hasil ini mematahkan keraguan berbagai pihak mengenai arah kebijakan fiskal pemerintah saat ini.
“Tapi yang jelas, peringkatnya AAA itu udah tidak bohong. Anda bisa lihat di sana seperti itu, rata kanan jadinya, bagus. Itu menunjukkan bahwa kebijakan Pak Prabowo menjalankan fiskal benar,” ujar Purbaya pada Kamis (23/7).
Lebih lanjut, Menkeu menekankan bahwa pemerintah menerapkan prinsip kehati-hatian (pruden) dalam mengelola keuangan negara. Ia membantah tudingan yang menyebut pengelolaan fiskal dilakukan secara agresif tanpa perhitungan matang.
“Tidak seperti kata orang-orang bilang brutal segala macam. Memang pruden dan hati-hati dengan dampak yang cukup baik ke ekonomi. Kemarin (pertumbuhan ekonomi) 5,6%,” jelasnya merujuk pada capaian pertumbuhan ekonomi nasional pada kuartal I 2026.
Dengan fundamental fiskal yang terjaga, Purbaya menyatakan optimisme terhadap laju ekonomi ke depan. Ia memproyeksikan pertumbuhan ekonomi pada triwulan II 2026 akan berada di kisaran 5,4% dan berpotensi mengalami akselerasi pada paruh kedua tahun ini.
“Yang saya tahu, yakin, semester ke-2, triwulan ke-3, triwulan ke-4 akan tumbuh lebih cepat lagi. Karena cukup, kita pastikan cukup uang di sistem perekonomian untuk mendorong ekonomi,” pungkas Purbaya. (Z-10)
