
DOKTER spesialis anak subspesialis endokrinologi, Aman Bhakti Pulungan, menekankan pentingnya orang tua mengatur jam tidur dan menjaga berat badan anak. Hal ini krusial untuk menjaga keseimbangan hormon yang menunjang tumbuh kembang optimal, terutama saat memasuki masa pubertas.
Dalam sebuah temu media daring di Jakarta, Rabu (22/7), Prof. Aman menjelaskan bahwa hormon pertumbuhan (growth hormone/GH) berkembang pesat saat anak sedang tidur. Oleh karena itu, kualitas dan durasi tidur anak tidak boleh dikompromikan, termasuk saat hari libur.
“Jadi ya pada masa ini tidur anak tidak boleh diberi diskon, tidur itu harus ada aturannya,” ujar Guru Besar Ilmu Kesehatan Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia tersebut, dilansir dari Antara, Rabu (22/7).
Ia mengingatkan bahwa penetapan waktu tidur yang konsisten akan membantu anak menjadi dewasa yang sehat di masa depan. Orang tua diminta memanfaatkan “waktu emas” ini dengan tidak membiarkan anak begadang atau memangkas jam tidur mereka.
Selain faktor tidur, Aman juga menyoroti risiko gaya hidup sedentari atau kurang aktif. Meski tidak berdampak langsung pada hormon pertumbuhan, gaya hidup ini meningkatkan risiko obesitas. Kandungan gula yang tinggi dalam makanan juga dapat memicu kenaikan berat badan metabolik yang mempercepat fase pubertas.
Obesitas pada anak membawa dampak jangka panjang yang serius, termasuk gangguan kesehatan reproduksi dan fertilitas baik pada anak laki-laki maupun perempuan. Selain itu, terdapat risiko sindrom metabolik seperti hipertensi dan diabetes.
“Pastikan obesitas tidak terjadi. Jangan sampai memberikan makan berlebihan, walaupun makanan bergizi, yang akhirnya membuat anak obesitas,” tegas dokter yang berpraktik di RS Pondok Indah tersebut. (Z-10)
